Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menaker Dorong Lulusan Perguruan Tinggi Adaptif Hadapi Persaingan

📅 Sabtu, 31 Mei 2025, 17:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Menaker Dorong Lulusan Perguruan Tinggi Adaptif Hadapi Persaingan Doc: Humas Universitas Binawan
Ket. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (tengah) saat menghadiri Wisuda dan Angkat Sumpah Tahun Akademik 2024/2025 Universitas Binawan di Jakarta, pada Rabu (28/5) 

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mendorong lulusan Perguruan Tinggi untuk adaptif menghadapi persaingan global dalam dunia kerja dan industri. Ia mendukung Perguruan Tinggi untuk konsisten menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi unggul dan karakter adaptif menghadapi tantangan global.

Hal ini diungkapkannya dalam orasi ilmiah Wisuda Angkat Sumpah Tahun Akademik 2024/2025 Universitas Binawan. Yassierli juga mengapresiasi upaya Universitas Binawan yang aktif mencetak lulusan berkualitas yang mampu bersaing di kancah global.

"Langkah awal karier memiliki growth mindset, bangun culture of growth yang menjadi modal meningkatkan produktivitas tenaga kerja Indonesia. Memiliki sifat dan karakter adaptif, mampu menggunakan teknologi dengan bijak terkhusus dalam artificial intelligence dan siap untuk sukses," kata Yassierli dalam keterangan tertulisnya di Jakarta pada Jumat (30/5).

Dirjen Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian Perlindungan Pekerja Migran, Dwi Setiawan, menyatakan sejumlah peluang kerja. Ia menuturkan, Universitas Binawan salah satu institusi pendidikan yang baik menyiapkan lulusannya agar mampu diterima di beberapa negara.

"Tiga syarat utama lulusan Perguruan Tinggi bila ingin berkiprah di luar negeri, kualifikasi dasar berupa sertifikasi dari BNSP. Kemampuan Bahasa asing, dan pemahaman budaya kerja, maka setiap lulusan perguruan tinggi berpeluang mendapat kerja di luar negeri," ucap Dwi.

Wakil Rektor Bidang Tata Kelola dan SDM Universitas Binawan, Farouk Abdullah menjelaskan, penyelesaian masa studi mahasiswa tepat waktu. Dimana program profesi selama 1,5 tahun, program Sarjana selama 3,5 tahun, dan Program Sarjana Terapan selama 4 tahun.

"Masa tunggu lulusan mendapat pekerjaan dilaporkan lulusan Universitas Binawan diterima bekerja 1 bulan setelah lulus mencapai 42 persen. 2 bulan setelah lulus sebesar 30 persen, dan 3 bulan setelah lulus sebesar 16 persen," ujar Farouk.

Plt. Rektor Universitas Binawan, Henny Suzanna Mediani berharap lulusan Universitas Binawan dapat menggunakan ilmu pengetahuan dan ketrampilannya. Para wisudawan akan memasuki babak baru sebagai masyarakat umum, para lulusan harus siap bersaing dalam berkontribusi membangun bangsa.

"Terus menjaga integritas, profesionalisme dan kejujuran di manapun nanti mengabdi, jaga nama baik almamater. Dunia kerja adalah penuh dinamika dan tantangan, tetaplah berpegang pada prinsip-prinsip yang telah dipelajari di Universitas Binawan," papar Henny.

Henny menambahkan, wisudawan pada gelombang kali ini sebanyak 319 mahasiswa. Yang terdiri dari 182 wisudawan dari Prodi Keperawatan, 73 wisudawan dari Profesi Ners, 17 wisudawan dari Prodi Fisioterapi.

13 wisudawan dari Prodi Teknologi Laboratorium Medis (TLM), 10 wisudawan dari Prodi Farmasi, 10 wisudawan dari Prodi K3. Serta, 8 wisudawan dari Prodi Gizi, 5 wisudawan dari Prodi Psikologi, dan 1 wisudawan dari Magister Kesehatan Masyarakat. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.