Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Masyarakat Turut Andil dalam Pengembangan Vaksin INAVAC

📅 Jumat, 03 Feb 2023, 17:36 WIB | Oleh:
Masyarakat Turut Andil dalam Pengembangan Vaksin INAVAC Doc: Istimewa
Ket. Pemberian penghargaan dari Universitas Airlangga (Unair) kepada ssjumlah pihak yang mendukung terciptanya vaksin INAVAC, di Surabaya, Jumat (3/2).

SURABAYA - Rektor Universitas Airlangga (Unair), Mohammmad Nasih, pada Jumat (3/2), mengatakan bahwa masyarakat turut berperan dalam pembuatan vaksin Covid-19, INAVAC, yang dikembangkan oleh tim peneliti Unair bekerja sama dengan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.

Menurut Nasih, sejak muncul tahun 2020, pandemi Covid-19 banyak meninggalkan cerita bagi masyarakat di dunia. Kesedihan karena harus banyak yang gugur, hingga kebahagian karena terciptanya banyak peluang serta akselerasi besar, salah satunya di dunia kesehatan.

"Dalam prosesnya, INAVAC tidak hanya ditelurkan oleh para peneliti dan ahli, melainkan banyak peran masyarakat didalamnya. Masyarakat yang senantiasa mendukung hingga mereka yang bersedia menjadi objek penelitian vaksin," ujar Nasih dalam kegiatan Apresiasi atas Kontribusi Mitra Rumah Sakit Site dalam Uji Klinis Pengembangan Vaksin Merah Putih (INAVAC)

"Sejak awal kami memang punya beberapa strategi berkaitan dengan pandemi ini. Dalam jangka pendek, sejak awal kami ikut menghasilkan box disinfektan, robot, dan bahan-bahan penunjang lainnya," tambahnya.

Sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, Unair terus berusaha menjadi bagian dari lompatan kemajuan di bidang pendidikan maupun riset dan pengabdian masyarakat. Vaksin INAVAC menjadi salah satu bukti bukti lompatan kemajuan itu.

"Kami sangat berterimakasih atas seluruh ikhtiar yang menurut saya tidak kalah dengan semangat arek-arek Suroboyo tahun 1945. Semangatnya. Karena tantangannya memang agak berbeda," ucapnya.

Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair itu, pandemi menjadi masa pengujian bagi para ilmuan dan nalar rasionalitas manusia. Kita diharuskan mengambil keputusan dengan landasan ilmu pengetahuan yang terukur. Hal tersebut terjadi karena musuh yang dihadapi merupakan musuh tak terlihat dan hanya mampu dibaca oleh perantara ilmu pengetahuan.

"Ini uji klinis, bukan penelitian ilmiah, sehingga kadang-kadang harus ada perbedaan antara penelitian ilmiah yang seluruh prosedur dan validitasnya harus seratus persen fix. Dibandingkan dengan uji klinis yang dalam tanda kutip barangkali dalam keaadan darurat," tutur dia.

Dalam kesempatan itu, Unair memberikan apresiasi penghargaan kepada beberapa pihak yang mendukung terciptanya vaksin INAVAC, di antaranya Gubernur Jawa Timur, Walikota Malang, Bupati Jember, RSUD Dr Soetomo, RSUD Syaiful Anwar Malang, RS Universitas Airlangga, RS Paru Jember, dan RS Soebandi Jember.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.