Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Laboratorium Kosmik Terdekat

📅 Senin, 09 Feb 2026, 06:17 WIB | Oleh:
Laboratorium Kosmik Terdekat Doc: Mariana SUAREZ / AFP
Ket. Pusat Galaksi Bima Sakti terlihat di dekat Capilla del Sauce, Departemen Florida, sekitar 185 km di utara Montevideo.

Bayangkan Bima Sakti dan Andromeda sebagai dua kapal induk raksasa di samudra kosmik, masing-masing dikelilingi oleh armada galaksi kerdil yang berperan layaknya kapal pengawal. Galaksi-galaksi kecil ini memang jauh lebih mungil dibanding induknya, tetapi keberadaannya sangat penting karena menyimpan rekaman sejarah pembentukan dan evolusi galaksi selama miliaran tahun. Saat ini, Bima Sakti diketahui memiliki sekitar 70 galaksi kerdil, sementara Andromeda diperkirakan memiliki hingga tiga kali lipat jumlah tersebut.

Perbedaan ini mencerminkan sejarah kosmik yang sangat kontras. Bima Sakti relatif menjalani kehidupan yang tenang, sementara Andromeda memiliki masa lalu yang jauh lebih kacau. Bukti observasi menunjukkan galaksi ini pernah mengalami tabrakan besar dengan galaksi lain beberapa miliar tahun lalu, peristiwa yang secara signifikan membentuk struktur dan sistem satelitnya saat ini.

Untuk mengungkap sejarah tersebut, para astronom melakukan survei ambisius menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble. Melalui program pengamatan berskala besar, para peneliti menyusun inventaris paling komprehensif dari galaksi-galaksi kerdil yang mengorbit Andromeda. Upaya ini memungkinkan para ilmuwan merekonstruksi dinamika masa lalu galaksi tetangga terdekat Bima Sakti tersebut.

Andromeda, yang berjarak sekitar 2,5 juta tahun cahaya dari Bumi, tampak sebagai objek kabur berbentuk gelendong jika diamati dengan mata telanjang, kira-kira seukuran bulan purnama. Namun di balik tampilan samar itu, galaksi spiral raksasa ini dikelilingi hampir tiga lusin galaksi satelit kecil yang mengorbitnya layaknya lebah di sekitar sarang.

Sebagai bagian dari Program Perbendaharaan Hubble, para astronom memanfaatkan data dari lebih dari 1.000 orbit pengamatan untuk menyusun peta tiga dimensi yang sangat presisi dari sistem satelit Andromeda. Studi ini juga merekonstruksi seberapa efisien galaksi-galaksi kerdil tersebut membentuk bintang sepanjang hampir 14 miliar tahun sejarah alam semesta.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di The Astrophysical Journal menunjukkan bahwa sistem satelit Andromeda sangat berbeda dibandingkan dengan Bima Sakti. Andromeda tidak hanya memiliki lebih banyak galaksi kerdil, tetapi juga keragaman sifat yang jauh lebih besar. Massa Andromeda yang diperkirakan hingga dua kali lipat Bima Sakti, dikombinasikan dengan sejarah tabrakan kosmiknya, diyakini berperan besar dalam membentuk karakter unik sistem satelit tersebut.

Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa galaksi bermassa rendah di sekitar Andromeda telah menempuh jalur evolusi yang berbeda dari galaksi satelit Bima Sakti. “Selalu ada kecenderungan untuk menggunakan apa yang kita pelajari di galaksi kita sendiri untuk mengekstrapolasi ke galaksi lain,” kata Weisz. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.