Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tersangka Pembunuh Shinzo Abe Mengaku Bersalah

📅 Selasa, 28 Okt 2025, 21:26 WIB | Oleh:
Tersangka Pembunuh Shinzo Abe Mengaku Bersalah Doc: AFP/TOSHIFUMI KITAMURA

TOKYO - Seorang pria yang didakwa membunuh mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada 2022 mengaku bersalah dalam sidang pertamanya, yang mengungkap kaitan kasus tersebut dengan Gereja Unifikasi dan dunia politik.

Tetsuya Yamagami, 45 tahun, mengatakan di Pengadilan Distrik Nara, Selasa (28/10), “Itu benar. Tidak diragukan lagi bahwa saya melakukannya.”

Ia dituduh membunuh Abe — perdana menteri terlama Jepang pasca-perang — dengan senjata api rakitan saat Abe menyampaikan pidato kampanye di Jepang bagian barat.

Fokus dari persidangan yang menjadi sorotan publik tersebut, yang berlangsung di bawah sistem hakim rakyat, adalah apakah pengadilan akan memberikan keringanan hukuman, karena pihak pembela berargumen bahwa kepribadian dan perilaku Yamagami dibentuk oleh masa kecil yang penuh kekerasan religius.

Menurut tim pembela, ibu Yamagami adalah pengikut Gereja Unifikasi dan telah menyumbangkan 100 juta yen

Ia termasuk dalam 12 saksi yang dijadwalkan memberikan kesaksian sebelum putusan pengadilan pada 21 Januari.

Dalam persidangan, jaksa menyatakan bahwa Yamagami menyimpan dendam terhadap Gereja Unifikasi setelah ibunya menjadi pengikut, dan melakukan kejahatan tersebut dengan keyakinan bahwa penembakan terhadap Abe akan menarik “perhatian dan kritik” terhadap kelompok itu.

Jaksa menegaskan bahwa dampak dari kejahatan tersebut “belum pernah terjadi sebelumnya” dalam sejarah Jepang pasca-perang, dan berpendapat bahwa masa kecil terdakwa yang sulit tidak dapat dijadikan alasan untuk “pengurangan hukuman secara signifikan.”

Abe menjadi target karena kakeknya, mantan Perdana Menteri Nobusuke Kishi, disebut sebagai tokoh yang membantu memperkenalkan kelompok tersebut—yang didirikan pada 1954 oleh seorang anti-komunis garis keras di Korea Selatan—ke Jepang, menurut sumber investigasi.

Yamagami juga didakwa atas kerusakan bangunan akibat uji coba senjata serta pelanggaran terhadap undang-undang yang mengatur senjata api, bahan peledak, dan pembuatan senjata.

Kasus itu menarik perhatian publik, dengan 727 orang antre sejak Selasa pagi untuk dapat memperebutkan 32 kursi yang tersedia di ruang sidang, yang ditentukan melalui undian.

Gereja Unifikasi mendapat sorotan tajam atas hubungannya dengan anggota Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, yang sebelumnya dipimpin oleh Abe.

Penderitaan para “pengikut generasi kedua,” atau anak-anak dari anggota Gereja Unifikasi, juga mulai terungkap.

Gereja yang dikenal dengan praktik penggalangan dana yang agresif itu menghadapi pembubaran menyusul perintah pengadilan, meski telah mengajukan banding atas vonis tersebut. Ant/Kyodo

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.