Kukar Beri Bantuan Pertanian ke 100.000 Petani
📅 Senin, 21 Jul 2025, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Tenggarong, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, berkomitmen menaikkan jumlah penerima bantuan bagi petani dan nelayan, dari periode sebelumnya 25.000 petani dan nelayan yang menerima, untuk periode 2025-2030 naik menjadi 100.000 penerima.
"Periode sebelumnya, saya dan Pak Edi Damansyah (Bupati Kukar 2021-2025) telah memenuhi janji membantu 25.000 petani dan nelayan. Janji ini sudah terealisasi, bahkan jumlah penerimanya lebih dari 25.000 orang," kata Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin di Tenggarong, Senin (21/7).
Sedangkan saat ini ia berpasangan dengan Aulia Rahman Basri (Bupati Kukar 2025-2030), saat kampanye sebelumnya telah berjanji akan menaikkan bantuan penerima dari 25.000 petani dan nelayan penerima menjadi 100.000 penerima, sehingga janji tersebut harus pihaknya realisasikan.
Salah satu pemenuhan janji tersebut pun secara perlahan telah ia realisasikan, seperti dua hari lalu dimulai penyerahan bantuan kepada petani dan nelayan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tenggarong Seberang dan Kecamatan Sebulu.
Bantuan yang diserahkan untuk petani di Tenggarong Seberang berupa peralatan tani seperti handsprayer, bibit bawang merah, bibit jagung, benih padi, dan herbisida.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bantuan itu untuk desa-desa Tenggarong Seberang dengan penyerahan bertempat di Desa Kertabuana.
Sedangkan saat di Kecamatan Sebulu, bantuan yang diserahkan antara lain bibit bawang merah, bibit jagung dan herbisida untuk desa-desa, dengan penyerahan dipusatkan di Desa Sebulu llir.
Di sisi lain untuk melancarkan arus transportasi demi kemudahan angkutan logistik dari produksi pertanian dan lainnya, tahun ini Pemkab Kukar sedang membangun jembatan di Kecamatan Sebulu, yakni pembangunan yang masuk tahap kedua.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tahun ini Pemkab Kukar telah menganggarkan sekitar Rp136 miliar. Anggaran sebesar itu memang masih jauh dari perkiraan pembiayaan jembatan yang ditaksir mencapai Rp450 miliar di tahun ini," katanya.
Bahkan di tahun ke depan, katanya, bisa jadi harganya akan naik sampai 10 persen seiring adanya inflasi, karena harga besi naik, harga material naik semua ikut naik, sehingga diperkirakan secara keseluruhan bisa naik menjadi Rp500 miliar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!