Kondisi Terkini Paus Fransiskus, Vatikan: Stabil Namun Rumit
📅 Senin, 03 Mar 2025, 10:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Catholic News Agency
VATICAN CITY - Paus Fransiskus dalam kondisi "stabil" di rumah sakit namun gambaran klinisnya tetap kompleks, kata Vatikan pada hari Minggu (2/3), saat Paus mengeluarkan pernyataan terima kasih kepada para simpatisan atas dukungan mereka.
Pemimpin Gereja Katolik dirawat di rumah sakit Gemelli Roma pada tanggal 14 Februari karena bronkitis, yang kemudian berkembang menjadi pneumonia di kedua paru-paru.
Setelah tampak sedikit pulih selama seminggu, Paus mengalami krisis pernapasan pada hari Jumat, yang menimbulkan kekhawatiran luas, tetapi ia melewati akhir pekan yang lebih tenang.
"Kondisi klinis Bapa Suci tetap stabil hari ini," kata Vatikan pada hari Minggu dalam pembaruan medis rutinnya di sore hari.
Pemimpin hampir 1,4 miliar umat Katolik di dunia "tidak memerlukan ventilasi mekanis non-invasif, hanya terapi oksigen aliran tinggi", katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia tidak demam, dan pada Minggu pagi ia ikut serta dalam misa, menghabiskan sisa harinya dengan bergantian antara istirahat dan doa, tambahnya.
Sebuah sumber Vatikan mengatakan bahwa setelah 48 jam berlalu, tampaknya "tidak ada konsekuensi lebih lanjut" dari krisis hari Jumat.
Namun, pernyataan Takhta Suci mengatakan, "mengingat kompleksitas gambaran klinis, prognosisnya masih belum pasti".
Sebaiknya Anda baca juga:
Paus Fransiskus, yang lahir dengan nama Jorge Bergoglio, tidak hadir dalam doa Angelus untuk ketiga kalinya berturut-turut pada hari Minggu, dan Vatikan menerbitkan teks tertulis sebagai gantinya.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas doa-doa yang disampaikan kepada Tuhan dari hati begitu banyak umat beriman dari berbagai belahan dunia," tulisnya.
"Saya merasakan semua kasih sayang dan kedekatan kalian dan, pada saat ini, saya merasa seolah-olah saya 'didukung' dan didukung oleh semua umat Tuhan. Terima kasih semuanya."
Paus mengakhiri dengan menyerukan, seperti yang sering dilakukannya selama doa Angelusnya, agar perdamaian di seluruh dunia terwujud .
"Dari sini, perang tampak semakin tidak masuk akal. Mari kita berdoa untuk Ukraina, Palestina, Israel, Lebanon, Myanmar, Sudan, dan Kivu yang tersiksa," tulis Fransiskus.
Jesuit, yang telah menjadi Paus sejak 2013 itu telah menderita sejumlah masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari operasi usus besar pada tahun 2021, operasi hernia pada tahun 2023, serta rasa sakit yang menyebabkannya harus menggunakan kursi roda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!