Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kim Jong-un Awasi Pemindahan Peluncur Rudal ke Wilayah Perbatasan

📅 Senin, 05 Agu 2024, 09:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kim Jong-un Awasi Pemindahan Peluncur Rudal ke Wilayah Perbatasan Doc: CNA/Reuters/KCNA
Ket. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri acara seremonial untuk menandai pengiriman rudal balistik taktis baru kepada pasukan negaranya di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara pada 4 Agustus 2024.

SEOUL- Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi pengiriman 250 peluncur rudal balistik ke unit garis depan di sepanjang perbatasan selatan, menyebut senjata tersebut sebagai "pedang berharga yang kuat" untuk mempertahankan kedaulatan, kata media pemerintah, KCNA, pada Senin (5/8).

"Upacara penyerahan 250 peluncur rudal balistik taktis tipe baru ... ke unit militer perbatasan" berlangsung di ibu kota Pyongyang pada hari Minggu, Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan. Kim memimpin acara tersebut.

Peluncur rudal tersebut merupakan "senjata serangan taktis terkini", kata Kim dalam pidatonya, seraya menambahkan bahwa ia sendiri yang "merancang" peluncur tersebut.

Hubungan antara kedua Korea berada pada titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara meningkatkan pengujian senjata dan membombardir Korea Selatan dengan balon berisi sampah.

Korea Selatan menanggapi dengan melanjutkan siaran propaganda di sepanjang perbatasan, menangguhkan kesepakatan militer untuk mengurangi ketegangan,dan memulai kembali latihan tembak-menembak di dekat perbatasan.

Tahun ini, Pyongyang mendeklarasikan Korea Selatan sebagai "musuh utamanya", membuang badan-badan yang didedikasikan untuk reunifikasi dan penjangkauan, dan mengancam perang atas "bahkan 0,001 mm" pelanggaran teritorial.

Kim mengatakan dalam pidatonya bahwa memperkenalkan senjata-senjata baru tersebut pada saat negara tersebut sedang dilanda banjir merupakan "perwujudan dari tekad kuat partai kami untuk terus maju dalam memperkuat kemampuan pertahanan", menurut KCNA.

Hujan deras melanda wilayah utara negara bersenjata nuklir itu pada akhir Juli, dan media Korea Selatan melaporkan sebanyak 1.500 orang diperkirakan tewas.

Kim mengecam laporan tersebut, dan menganggapnya sebagai "kampanye kotor untuk mempermalukan kita dan mencoreng" citra Korea Utara.

Pihak Korea Utara menyatakan tidak ada korban jiwa sama sekali di wilayah Sinuiju, sementara wilayah Pyongyang disebut-sebut mengalami "kerusakan banjir terbesar".

Angkatan Udara Korea Utara telah menyelamatkan lebih dari 5.000 orang, dengan sekitar 4.200 dari mereka diselamatkan oleh helikopter "dalam beberapa jam".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.