Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kereta Khusus Petani–Pedagang Segera Diluncurkan, Upaya Serius Atasi Masalah Logistik atau Sekadar Gimmick?

📅 Senin, 25 Agu 2025, 22:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kereta Khusus Petani–Pedagang Segera Diluncurkan, Upaya Serius Atasi Masalah Logistik atau Sekadar Gimmick? Doc: ANTARAHO/ Humas KAI
Ket. PT KAI menyiapkan kereta api khusus bagi petani dan pedagang.

JAKARTA – Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo (Tiko) menegaskan layanan kereta api khusus untuk petani dan pedagang akan segera diluncurkan.

Langkah ini digadang sebagai solusi atas padatnya kereta lokal KAI Commuter yang kerap menyulitkan mobilitas mereka.

Namun, inisiatif ini sekaligus memunculkan pertanyaan besar: apakah kebijakan ini benar-benar mendorong efisiensi distribusi hasil pertanian, atau justru sekadar tambal sulam yang tidak menyentuh akar masalah klasik, yakni minimnya infrastruktur logistik murah dan terintegrasi untuk sektor pangan?

"Untuk itu segera kita launching, supaya menampung masyarakat yang membawa hasil dagangan dari daerah ke Jakarta," ujar Tiko di Jakarta, Senin (25/8).

Ia mengatakan, jam operasional layanan kereta khusus tersebut akan tersedia pada jadwal paling pagi.

Namun demikian, Tiko belum bisa memastikan kapan layanan tersebut dapat resmi dijalankan.

"Nanti KCI, kan memang sekarang itu schedule KCI kan penuh ya, dan memang untuk itu pagi-pagi ada batch yang pagi sekali yang sebelum subuh, yang mengangkut hasil pertanian dan perdagangan," katanya.

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) menyiapkan layanan kereta api khusus untuk petani dan pedagang guna memperkuat akses distribusi hasil bumi, memperlancar mobilitas perdagangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

KAI terus menghadirkan inovasi transportasi yang dekat dengan kebutuhan nyata masyarakat, salah satu terobosan terbaru adalah pengembangan Kereta Penumpang Kelas Ekonomi (K3) khusus petani-pedagang yang saat ini tengah dimodifikasi di UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng.

Kereta itu dirancang untuk membantu mobilitas para petani dan pedagang, sekaligus memudahkan pengangkutan hasil panen maupun barang dagangan secara lebih leluasa, aman dan efisien.

Saat ini layanan kereta api khusus untuk petani dan pedagang dalam tahap uji dinamis (dynamic trial).

Hal tersebut bertujuan agar PT KAI nantinya bisa menentukan nilai keekonomiannya sehingga dapat menumbuhkan ekonomi petani dan pedagang.

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan layanan kereta api khusus untuk petani dan pedagang dalam tahap uji dinamis (dynamic trial).

"Kereta api (KA) petani dan pedagang sekarang kita sedang dynamic trial, untuk hal ini kami akan melihat feedback-nya," ujar Bobby di Jakarta, Rabu (20/8).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.