Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KAI Uji Coba Kereta untuk Petani, Solusi Logistik Rakyat atau Sekadar Gimmick?

📅 Rabu, 20 Agu 2025, 18:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
KAI Uji Coba Kereta untuk Petani, Solusi Logistik Rakyat atau Sekadar Gimmick? Doc: ANTARA/ HO-Humas KAI
Ket. PT KAI menyiapkan kereta api khusus bagi petani dan pedagang.

JAKARTA – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa layanan kereta api khusus untuk petani dan pedagang saat ini memasuki tahap uji dinamis (dynamic trial).

Program ini digadang sebagai terobosan untuk memangkas biaya logistik sekaligus memperkuat rantai pasok hasil pertanian dan perdagangan rakyat.

Namun, di balik gagasan ambisius ini, apakah layanan ini benar-benar akan menjadi solusi konkret bagi petani dan pedagang kecil, atau hanya akan berhenti sebagai proyek percontohan yang penuh seremoni?

Sejarah panjang program transportasi logistik kerap diwarnai masalah klasik — mulai dari inefisiensi biaya, minimnya integrasi dengan pasar lokal, hingga lemahnya dukungan infrastruktur di daerah.

Jika KAI serius menjadikan kereta api sebagai tulang punggung logistik rakyat, maka uji coba ini harus diikuti dengan jaminan keberlanjutan, tarif yang terjangkau, serta kemudahan akses bagi petani dan pedagang kecil.

Tanpa itu semua, layanan kereta logistik rakyat hanya akan menjadi “kereta kosong” yang melintas di atas rel janji manis.

"Kereta api (KA) petani dan pedagang sekarang kita sedang dynamic trial, untuk hal ini kami akan melihat feedback-nya," ujar Bobby di Jakarta, Rabu (20/8).

Hal tersebut bertujuan agar PT KAI nantinya bisa menentukan nilai keekonomiannya sehingga dapat menumbuhkan ekonomi petani dan pedagang.

"Sehingga nanti kita bisa menentukan nilai keekonomiannya yang untuk mendorong pertumbuhan dari petani dan pedagang yang mengangkut komoditas-komoditasnya dengan menggunakan kereta api," kata Bobby.

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) menyiapkan layanan kereta api khusus untuk petani dan pedagang guna memperkuat akses distribusi hasil bumi, memperlancar mobilitas perdagangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

KAI terus menghadirkan inovasi transportasi yang dekat dengan kebutuhan nyata masyarakat, salah satu terobosan terbaru adalah pengembangan Kereta Penumpang Kelas Ekonomi (K3) khusus petani-pedagang yang saat ini tengah dimodifikasi di UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng.

Kereta itu dirancang untuk membantu mobilitas para petani dan pedagang, sekaligus memudahkan pengangkutan hasil panen maupun barang dagangan secara lebih leluasa, aman dan efisien. Gagasan kereta itu berawal dari pembahasan teknis sejak Mei 2024 yang kemudian diwujudkan melalui proses modifikasi sarana. Konsep desainnya mengedepankan kemudahan akses dan ruang angkut yang lebih luas.

Tempat duduk dipasang sejajar di sisi kiri dan kanan kereta, sehingga ruang tengah lapang untuk menempatkan hasil pertanian atau barang dagangan, sekaligus memudahkan pergerakan di dalam kereta. Selain perubahan tata letak tempat duduk, sejumlah detail teknis juga dimodifikasi agar sesuai dengan kebutuhan khusus ini.

Lebar pintu bordes diperbesar dari 800 mm menjadi 900 mm, sekat partisi dan bordes dihilangkan untuk memperlancar akses barang, dan jumlah kursi disesuaikan menjadi 73 dari sebelumnya 106 tempat duduk. Toilet tetap tersedia satu unit per kereta, sementara rak bagasi dipertahankan untuk kenyamanan penumpang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.