Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenhut Sampaikan Kemajuan Hutan Adat Indonesia di Forum Internasional

📅 Minggu, 22 Jun 2025, 11:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenhut Sampaikan Kemajuan Hutan Adat Indonesia di Forum Internasional Doc: Kemenhut RI
Ket. Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat Kemenhut (kelima kiri) Julmansyah dalam Forum FWG LCIPP di Bonn, Jerman

JAKARTA - Pemerintah Indonesia berkontribusi dalam forum internasional yang memperjuangkan hak-hak masyarakat adat dalam kaitan dengan perubahan iklim, termasuk memaparkan kemajuan dan perkembangan Program Hutan Adat di Tanah Air.

Kasubdit Penetapan Hutan Adat dan Perlindungan Kearifan Lokal dari Direktorat Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Yuli Prasetyo Nugroho, Minggu (22/6), menyampaikan Indonesia telah mengikuti Forum Working Grup Local Community and Indigenous People Platform (FWG LCIPP) sejak awal forum itu dibentuk dan bahkan pernah menjadi anggota non-perwakilan masyarakat adat dari unsur pemerintah.

"Indonesia selalu melakukan intervensi untuk mengabarkan mengenai upaya-upaya Pemerintah Indonesia dengan program hutan adat. Pada FWG 2025 di Bonn Jerman, Indonesia untuk pertama kalinya diminta Sekretariat LCIPP untuk menyampaikan best practice Indonesia," katanya.

Dalam kesempatan ini Kemenhut menyampaikan capaian Hutan Adat Indonesia sejak 2016, dengan 156 komunitas Masyarakat Hukum Adat (MHA) mengelola hutan adat seluas 332.505 hektare di 19 provinsi dan 41 kabupaten/kota.

Implementasi terkait hutan adat yang dijalankan di Indonesia dipaparkan dalam acara Dialog Tahunan LCIPP " The Ethical and Equitable Incorporation of Indigenous Values and Knowledge and Local Knowledge Systems in Nationally Determined Contributions" yang dilakukan pada bulan Juni ini.

Yuli Prasetyo menyampaikan indegenous people di Indonesia disebut dengan Masyarakat Hukum Adat/Masyarakat Adat (Adat Law Community). Oleh karena itu masyarakat lokal tidak dapat dipisahkan dari masyarakat hukum adat.

Hal itu dikarenakan mayoritas masyarakat Indonesia bersifat genealogis dan teritorial yang mendiami wilayah negara Indonesia yang memiliki interaksi dengan sumber daya alamnya.

"Hanya saja masyarakat adat di Indonesia telah banyak mengalami perubahan dan transformasi baik karena ekonomi, pembangunan, dan perubahan sosial, tanpa pernah kehilangan jati dirinya sebagai masyarakat adat. Hal ini juga didukung oleh masyarakat adat di Brasil yang memiliki kesamaan dengan situasi di Indonesia," ucapnya.

Hutan Adat di Indonesia, kata dia, adalah memiliki peran penting penting. Dengan kawasan hutan saat ini terbagi menjadi hutan negara dan hutan adat, sehingga MHA memiliki peran penting dalam pembangunan Indonesia khususnya dalam perubahan iklim.

"Saat ini juga Menteri Kehutanan telah membentuk Satgas Percepatan Penetapan Hutan Adat yang merangkul dan mengolaborasikan banyak pihak termasuk para akademisi dan lembaga swadaya masyarakat," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

35 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.