Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenekraf Berupaya Jangkau dan Maksimalkan Potensi Ekraf di Daerah

📅 Selasa, 10 Jun 2025, 19:41 WIB | Oleh:
Kemenekraf Berupaya Jangkau dan Maksimalkan Potensi Ekraf di Daerah Doc: ANTARA/Farhan Arda Nugraha
Ket. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar (kedua dari kanan) saat menghadiri sebuah sesi diskusi di Jakarta Selatan pada Selasa (10/6).

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) berupaya menjangkau dan memaksimalkan potensi ekonomi kreatif di daerah untuk memberdayakan pelaku lokal serta memperluas jangkauan pasar mereka.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar di Jakarta, Selasa (10/6), menjelaskan salah satu langkah pemerintah dalam menjangkau pelaku ekonomi kreatif di daerah adalah melalui pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif.

"Salah satu hal yang pertama kita lakukan adalah berkunjung ke Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan agar Dinas Ekraf di daerah-daerah kita mulai," kata Wamenekraf Irene.

Dinas Ekonomi Kreatif berperan menjadi perpanjangan tangan pemerintah pusat untuk memberikan edukasi dan pembinaan, menyediakan fasilitas pendukung, menciptakan koneksi dan peluang bisnis, hingga menjangkau potensi ekonomi kreatif daerah. Kemenekraf, kata Irene, selain memberikan asupan, juga melihat potensi yang ada di daerah.

"Misalnya makanan lokal paling enak di sana atau pantai paling bagus di sana," ujar Irene menjelaskan.

Berbagai potensi ekraf daerah yang dihimpun pemerintah akan dikompilasi dalam sebuah program bernama Ekraf Hunt, yang memudahkan publik dalam menemukan produk-produk kreatif unggulan dari seluruh Indonesia yang terkurasi langsung oleh Kemenekraf.

"Semua data-data itu masuk ke nasional dan ini bisa dibagikan ke semua orang dari lintas sektor, lintas industri, siapapun juga sehingga mereka (pelaku ekraf daerah) bisa mendapatkan panggung yang sama dengan di pusat," ucap Irene.

Kemenekraf juga memanfaatkan teknologi, termasuk jaringan internet, untuk memperkuat sektor ekraf di daerah. Salah satu implementasi pemanfaatan teknologi dalam pengembangan ekraf adalah program Emak-Emak Matic (Emak-Emak Melek Teknologi).

Program itu akan meningkatkan partisipasi ekonomi perempuan melalui kegiatan ekonomi berbasis digital yang dapat dilakukan dari rumah. Para perempuan yang berpartisipasi juga diberikan pelatihan keterampilan digital dan keterampilan ekonomi berbasis rumah yang relevan.

"Kita selalu menggunakan kekuatan teknologi, seperti internet, karena penetrasi internet kita itu cukup tinggi. Indonesia salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara," kata Irene. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.