Kebocoran Data Terbesar di Jawa Barat! 4,5 Juta Identitas Warga Dibobol Hacker Misterius, Pemerintah Kalang Kabut
📅 Selasa, 29 Jul 2025, 13:08 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Freepik
JAKARTA - Sebuah kabar mengejutkan sekaligus mengkhawatirkan datang dari Jawa Barat. Sebanyak 4,5 juta data pribadi milik warga provinsi ini diduga diretas dan disebarluaskan kelompok hacker anonim. Serangan siber ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah keamanan data di daerah tersebut.
Informasi menghebohkan ini pertama kali muncul melalui unggahan akun X (dulu Twitter) dengan nama pengguna @ghost_hacker_war yang mengatasnamakan kelompok bernama Digital Ghost.
Mereka mengklaim membobol jutaan data penting milik warga Jawa Barat dan mengancam untuk menyebarkannya ke publik. Tak hanya itu, dalam unggahan tersebut, disertakan pula sampel data sebagai bukti aksi peretasan tersebut benar adanya.
Menanggapi insiden ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak tinggal diam. Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan, dengan tegas menyatakan pihaknya langsung mengaktifkan langkah cepat untuk menangani masalah ini.
Ia menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk segera berkoordinasi dengan Tim Cyber Crime Polda Jabar guna menyelidiki dan mengatasi kebocoran ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini bukan hal yang bisa disepelekan. Jumlah data yang bocor mencapai sekitar 4,5 juta atau hampir 9 persen dari total penduduk Jawa Barat. Kami tidak akan membiarkan ini berkembang menjadi ancaman yang lebih besar,” ujar Erwan dalam keterangannya pada Senin (28/7/2025).
Tidak berhenti di tingkat daerah, Pemprov Jabar juga meminta dukungan langsung dari Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia untuk mempercepat investigasi dan memastikan sistem keamanan digital diperkuat agar tidak terjadi insiden serupa.
Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari Komdigi Jabar, Cyber Crime Polda Jabar, serta sejumlah pakar keamanan siber, tengah melakukan penelusuran teknis mendalam untuk mengetahui sumber, metode, serta potensi dampak lanjutan dari kebocoran ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kejadian ini menjadi alarm serius bagi seluruh pihak, mengingat pentingnya perlindungan data pribadi di era digital saat ini. Warga pun diimbau agar lebih waspada terhadap potensi penyalahgunaan data mereka untuk penipuan, phising, atau tindak kriminal digital lainnya.
Apakah ini menjadi awal dari perang data digital di Indonesia? Ataukah hanya permulaan dari ancaman yang lebih besar? Yang jelas, semua mata kini tertuju pada bagaimana pemerintah menangani krisis siber ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!