Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Karawang Terapkan Teknologi RDF, Sampah Diolah Jadi Energi Alternatif Pengganti Batu Bara

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Karawang Terapkan Teknologi RDF, Sampah Diolah Jadi Energi Alternatif Pengganti Batu Bara Doc: Antara
Ket. RDF hasil olahan sampah di Karawang.

Karawang - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jabar telah melakukan pengelolaan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) atau pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif, seiring dengan imbauan yang disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karawang Asep Suryana saat dihubungi di Karawang, Senin (23/2), menyampaikan pengelolaan sampah berbasis RDF di antaranya dilaksanakan di TPST Mekarjati di Kecamatan Karawang Barat dan TPS 3R Jabar di Kecamatan Karawang Timur.

Kedua pengolahan sampah tersebut selama ini melakukan pengolahan sampah berbasis RDF, yang kemudian hasilnya dikirim ke pihak perusahaan yang telah bekerja sama.

"Kalau TPST Mekarjati sudah lama melakukan pengiriman sampah yang diolah menjadi RDF ke Offtaker (perusahaan yang telah bekerja sama). Tapi kalau TPS 3R Jabar untuk sementara ini baru mengirimkan bahan baku RDF ke Offtaker," katanya.

TPS 3R Jabar sebenarnya sudah mempunyai Offtaker sendiri untuk mengirimkan sampah yang diolah menjadi RDF. Namun karena kondisi bangunan yang kurang layak, untuk sementara ini baru bisa mengirimkan bahan bakunya saja.

Asep Suryana berharap, ke depan TPS 3R Jabar mampu mengirimkan sampah yang diolah menjadi RDF ke Offtaker, tidak hanya bahan baku.

RDF merupakan bahan bakar alternatif hasil olahan sampah (anorganik/kering, plastik, kertas, karet) melalui proses pemilahan, pencacahan, dan pengeringan untuk meningkatkan nilai kalor. RDF digunakan sebagai pengganti batu bara di industri semen dan PLTU (co-firing). Pengolahan sampah berbasis RDF ini membantu mengurangi tumpukan sampah di TPA.

Kementerian Lingkungan Hidup sebelumnya menyampaikan seluruh pemerintah daerah bergerak cepat menangani krisis sampah melalui teknologi RDF.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat menyaksikan kerja sama antara Pemkab Paser dan PT Indocement di Jakarta, beberapa waktu lalu menegaskan penanganan sampah kini menjadi agenda prioritas nasional. Hal ini sejalan dengan Gerakan Nasional ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang diluncurkan Presiden pada awal Februari ini.

Terkait dengan pengolahan sampah menjadi RDF, ia menilai metode RDF tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang nyata bagi daerah.

Menurut dia, nilai jual dari hasil RDF bisa tinggi jika memiliki bilai kalori yang tinggi. Dengan kualitas yang baik itu, pemerintah daerah tidak perlu lagi risau dengan besaran tipping fee.

"Kalau RDF-nya itu sampahnya seragam, homogen, maka nilai kalorinya akan tinggi dan tentu berkonsekuensi pada tingginya nilai jual dari RDF," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

19 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.