Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kapok Gak? Lakukan Perundungan 3 Siswa di Donggala Dikeluarkan dari Sekolah

📅 Senin, 15 Sep 2025, 17:12 WIB | Oleh:
Kapok Gak? Lakukan Perundungan 3 Siswa di Donggala Dikeluarkan dari Sekolah Doc: ANTARA/HO-Jayanti
Ket. Tiga pelaku kasus perundungan di MTs Alkhairaat Desa Sumari Kecamatan Sindue, saat melakukan permintaan maaf kepada korban A di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

DONGGALA - Madrasah Tsanawiyah (MTs) Alkhairaat di Desa Sumari Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, memastikan tiga pelajar kasus perundungan dikeluarkan dari sekolah tersebut sebagai bentuk efek jera kepada pelaku perundungan.

Kepala MTs Alkhairaat Sumari Rihwan di Sindue, Senin, mengatakan keputusan untuk mengeluarkan pelaku perundungan sudah melalui rapat dewan guru dan mengikuti proses mediasi terhadap kasus perundungan itu.

"Sudah ada keputusannya yaitu mengeluarkan pelajar yang melakukan bullying atau kasus perundungan ini dari statusnya sebagai peserta didik di MTs Alkhairaat Desa Sumari," kata Rihwan.

Ia mengemukakan keputusan itu dipertegas kembali melalui surat pernyataan sikap resmi sekolah dengan Nomor MTsS/P/24/E10/2025 tentang pengeluaran siswa akibat kasus perundungan.

"Jadi tiga orang kami keluarkan dari sekolah itu semuanya masih duduk dibangku kelas VIII, masing-masing berinisial N, R, dan F," ucapnya.

Pihaknya ke depan akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

"Tentunya langkah ini kami ambil sebagai bentuk ketegasan, sekaligus memberikan pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang kembali," sebutnya.

Diketahui kasus perundungan itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan mekanisme keadilan restoratif.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Donggala Moh Milhar Halili menyebutkan kasus perundungan itu diselesaikan secara kekeluargaan, mengingat korban dan pelaku masih anak-anak, sehingga untuk proses perkaranya mendasari kepentingan terbaik untuk anak tersebut.

"Kami pastinya memberikan perlindungan dan pendampingan secara khusus serta pemulihan secara fisik dan psikologis kepada korban berinisial A," katanya.

Selama proses mediasi tersebut seluruh pelaku yang masih di bawah umur sudah menyampaikan permintaan maaf kepada korban serta keluarganya.

"Dari korban sudah menerima permintaan maaf dari para pelaku dan memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan," ujarnya.

Ia menjelaskan pentingnya keterlibatan aktif keluarga dan orang tua dalam memberikan pengawasan, pendidikan dalam ruang lingkup rumah, dan keluarga.

"Jadi bentuk pengawasan dapat dilakukan baik dari lingkungan sekolah dan rumah, untuk mencegah terjadinya aksi-aksi perundungan dan kekerasan," tuturnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

55 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.