Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jangan Tunggu Sakit, Ini Waktu Tepat Atasi Gigi Berlubang

📅 Selasa, 21 Mar 2023, 17:45 WIB | Oleh:
Jangan Tunggu Sakit, Ini Waktu Tepat Atasi Gigi Berlubang Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi

Dokter gigi spesialis prostodonsia drg. Inge Paramitha, Sp.Pros mengingatkan pentingnya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gigi secara rutin. Ini bertujuan untuk mendeteksi dini jika ada lubang yang muncul dan sebaiknya jangan tunggu sampai sampai gigi terasa sakit.

"Kondisi gigi berlubang tak harus selamanya ditandai dengan munculnya rasa nyeri terlebih dahulu. Sayangnya kebanyakan orang tidak menyadari bahwa giginya sudah berlubang dan baru melakukan pemeriksaan ke dokter gigi saat sudah mengalami rasa sakit," kata Inge di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (21/3).

Inge menjelaskan, pemeriksaan gigi yang terlambat disebabkan karena orang tersebut tidak menyadari bahwa giginya berlubang dan baru menyadari ada gigi yang berlubang ketika merasakan ada sisa makanan yang terselip di area gigi. Padahal gigi berlubang bisa dideteksi sebelum hal tersebut terjadi.

Lebih lanjut, kata dia, pemeriksaan kondisi gigi sebaiknya dilakukan secara rutin setidaknya enam bulan sekali walaupun pasien tidak merasa sakit. Dengan pengobatan sejak dini, maka rasa sakit yang akan muncul pun lebih sedikit dan harga perawatan tidak akan mahal dibanding saat gigi berlubang sudah kondisi parah.

Dokter gigi drg. Ary Agustanti, M. Kes menambahkan lubang kecil yang ada di gigi memang tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang tidak menyadari. Akan tetapi, masalah dapat menjadi semakin serius jika gigi berlubang terus dibiarkan dan tidak ditangani. Dikhawatirkan lubang akan semakin dalam, bahkan hingga mengenai saraf gigi.

"Kalau dibiarkan lagi, infeksinya akan menjalar ke gusi sehingga di situ bisa terjadi penumpukan nanah, biasa kita sebutnya penyakitnya namanya abses. Kalau abses ini dibiarkan, dari gusi dia juga akan bisa menginfeksi bagian tubuh lain misalnya masuk ke sinus atau mungkin rongga lain yang juga ada di sekitar area mulut," ujar Ary.

Apabila sudah terlanjur nyeri, Ary menyarankan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri terlebih dahulu sebagai pertolongan pertama sebelum ke dokter gigi. Selain itu, pasien juga dianjurkan untuk mengompres dengan air dingin atau berkumur dengan air garam yang hangat.

Inge menambahkan lubang gigi yang masih kecil dan tidak terlalu dalam bisa dilakukan penambalan secara permanen dalam waktu yang relatif singkat. Sebaliknya, lubang yang sudah parah perlu membutuhkan pengobatan dan perawatan yang tidak bisa diselesaikan hanya dalam satu kali kunjungan.

"Kalau sudah perlu perawatan saraf itu perlu datang beberapa kali, nggak bisa langsung sekali kemudian langsung ditambal permanen, nggak bisa," tuturnya.

"Itulah pentingnya kenapa pemeriksaan atau skrining supaya jangan sampai dalam. Lubangnya kecil, kita bisa langsung tambal permanen dan itu nggak lama paling sampai 30 menit juga sudah selesai kalau lubangnya belum besar," lanjutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.