Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Punya Fondasi Sosial Kuat Kembangkan Ekonomi Biru

📅 Rabu, 06 Agu 2025, 12:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Punya Fondasi Sosial Kuat Kembangkan Ekonomi Biru Doc: ANTARA
Ket. Tangkapan virtual - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy (kiri) saat bersalaman dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta, Rabu (5/8/2025).

JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan Indonesia memiliki fondasi sosial yang kuat dalam pengembangan ekonomi biru.

“Saat ini perhitungan terbaru yang dicakup dalam laporan Indeks Ekonomi Biru Indonesia (Indonesia Blue Economy Index/IBEI) tahun 2025 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki fondasi sosial yang kuat dalam pengembangan ekonomi biru, terutama dalam hal kesejahteraan masyarakat pesisir, kontribusi pemberdayaan laut terhadap kesehatan gizi,” katanya dalam peluncuran Blue Food Assessment (BFA) Indonesia dan Indonesia Blue Economy Index (IBEI) di Jakarta, Rabu (06/8).

Hasil perhitungan IBEI 2025 mencatatkan secara geografis, peta menunjukkan adanya pola konsentrasi kinerja tinggi yang dominan di wilayah tengah dan timur Indonesia, khususnya Pulau Sulawesi dan Jawa, serta Kepulauan Maluku.

Sebaliknya, wilayah dengan skor lebih rendah terkonsentrasi di Pulau Kalimantan, Papua dan sebagian wilayah daratan Sumatera.

Pola tersebut, menurut dia, mengindikasikan adanya tingkat kemajuan dan tantangan dalam implementasi ekonomi biru antarwilayah di Indonesia.

“Data IBEI juga menunjukkan bahwa kemajuan sektor ekonomi biru sangat dipengaruhi oleh sinergi lintas sektor,” kata Rachmat Pambudy.

Ia berharap perikanan dan kelautan bukan hanya masa lalu, tapi masa kini dan masa yang akan datang. "Bukan hanya untuk generasi kita, namun generasi umat manusia di dunia".

“Karena itu, mari kita berharap dan saya juga berharap supaya sekali lagi bahwa ekonomi biru, pengembangan ekonomi biru, termasuk 'blue food' yang inklusif, berbasis sains, siap menghadapi masa depan yang berkelanjutan. Mari kita bersama memperkuat ekonomi biru, 'blue food' sebagai pilar pertumbuhan masa depan kita semua,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

30 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.