Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

India Waspada Setelah Seorang Anak Meninggal Karena Virus Nipah di Kerala

📅 Selasa, 23 Jul 2024, 09:30 WIB | Oleh:
India Waspada Setelah Seorang Anak Meninggal Karena Virus Nipah di Kerala Doc: BBC/Reuters
Ket. Negara bagian Kerala disebut-sebut sebagai salah satu tempat yang paling berisiko terkena virus Nipah di dunia.

LONDON - Otoritas kesehatan di negara bagian Kerala, India telah mengeluarkan peringatan setelah seorang anak laki-laki berusia 14 tahun meninggal karena virus Nipah.

Dikutip dari BBC, 60 orang lagi telah diidentifikasi berada dalam kategori berisiko tinggi terkena penyakit tersebut.

Menurut Menteri Kesehatan Kerala, Veena George, mengatakan anak laki-laki itu berasal dari kota Pandikkad dan mereka yang melakukan kontak dengannya telah diisolasi dan diuji.

Masyarakat di wilayah tersebut diminta untuk mengambil tindakan pencegahan seperti mengenakan masker di tempat umum dan tidak mengunjungi orang di rumah sakit.

Apa itu Virus Nipah?

Infeksi virus Nipah adalah "penyakit zoonosis" yang ditularkan dari hewan seperti babi dan kelelawar buah ke manusia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

WHO telah menggambarkan virus tersebut sebagai patogen prioritas karena potensinya untuk memicu epidemi.

Apa Aaja Gejalanya?

Gejala awal mungkin termasuk:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Muntah
  • Sakit tenggorokan

Pada beberapa orang, gejala ini dapat diikuti dengan:

  • Pusing dan/atau mengantuk
  • Dan/atau kesadaran yang berubah
  • Dan/atau ensefalitis akut yang berubah
  • Dan/atau pneumonia atipikal
  • Dan/atau masalah pernapasan berat lainnya

Seberapa Mematikan?

Orang yang terjangkit virus ini terkadang tidak menunjukkan gejala yang nyata, sementara yang lain menunjukkan tanda-tanda masalah pernapasan akut. Dalam kasus yang parah, infeksi Nipah dapat mengakibatkan ensefalitis janin - kondisi serius yang mempengaruhi otak.

Angka kematian pasien yang tertular virus ini tinggi karena belum ada obat atau vaksin yang tersedia untuk mengobati infeksi tersebut. Perawatan yang diberikan terbatas pada penanganan gejala dan perawatan suportif.

Bagaimana Virus Nipah Menyebar?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

58 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.