Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

India akan Bangun Pagar di Perbatasan

📅 Senin, 22 Jan 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
India akan Bangun Pagar  di Perbatasan Doc: AFP/Jacob KHAWLHRING
Ket. Perbatasan India-Myanmar l Sebuah jembatan membentang di atas Sungai Tiau yang merupakan perbatasan alami antara India dan Myanmar. Pada Minggu (21/1), pemerintah India mengumumkan akan mendirikan pagar di perbatasannya dengan Myanmar setelah situasi konflik di negara tetangganya itu kian memanas.

NEW DELHI - India berencana mendirikan pagar di sepanjang perbatasannya yang luas dan rawan dengan Myanmar dan akan membatalkan perjanjian pergerakan bebas di zona perbatasan, media India melaporkan pada Minggu (21/1).

Rencana yang diumumkan oleh Menteri Dalam Negeri India, Amit Shah, itu muncul setelah ratusan tentara Myanmar yang melarikan diri dari serangan pemberontak menyeberang ke India.

"Pemerintah telah memutuskan untuk memagari seluruh perbatasan terbuka India-Myanmar," Mendagri Amit Shah pada Sabtu (20/1) saat ia berkunjung ke Negara Bagian Assam di timur laut.

Perbatasan India-Myanmar ini terbentang sepanjang lebih dari 1.200 kilometer, mulai dari hutan terpencil, yang melewati beberapa negara bagian, hingga puncak Himalaya yang tertutup salju.

Amit Shah, yang tidak memberikan rincian mengenai jangka waktu atau bagaimana pagar itu akan dibangun, mengatakan pemerintah juga akan mengakhiri perjanjian kebebasan bergerak.

Kesepakatan itu memungkinkan mereka yang tinggal di zona perbatasan untuk menjelajah jarak dekat ke wilayah masing-masing tanpa visa. Tercatat banyak warga tinggal di zona perbatasan ini memiliki ikatan budaya dan agama yang erat.

"Kami akan mengakhiri fasilitas ini," kata Amit Shah, menurut video yang diposting oleh The Times of India.

Sebelumnya India telah mendirikan pagar lebih dari 2.000 kilometer perbatasannya dengan Pakistan, dan setidaknya 3.100 kilometer dengan Bangladesh, menurut statistik pemerintah pada tahun 2021.

Bentrokan

Sebagian wilayah Myanmar di dekat perbatasan India sering mengalami bentrokan sejak pejuang Tentara Arakan (AA) menyerang pasukan keamanan junta sejak November lalu, mengakhiri gencatan senjata yang sebagian besar telah dilaksanakan sejak kudeta militer tahun 2021.

Pada Oktober lalu, sebuah aliansi yang terdiri dari pemberontak AA dan pejuang etnis minoritas lainnya melancarkan serangan gabungan di seluruh Myanmar utara, merebut pusat perdagangan penting di perbatasan Tiongkok.

Sebelumnya pada Januari, aliansi tersebut mengumumkan gencatan senjata yang dimediasi Tiongkok, namun hal itu tidak berlaku di wilayah dekat perbatasan India, tempat pertempuran terus berlanjut.

Diketahui ada ribuan orang dari Myanmar, yang terjerat dalam konflik etnis internal, sejauh ini telah menyeberang ke wilayah India untuk mencari perlindungan. Selain warga sipil, tentara juga telah memasuki India.

Awal bulan ini, panglima militer India, Jenderal Manoj Pande, telah memperingatkan bahwa beberapa kelompok pemberontak Myanmar berusaha memasuki India di Negara Bagian Manipur di timur laut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

37 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.