IHSG Tersandung Aksi Profit Taking, Pasar Pilih Aman Jelang Libur Panjang
📅 Kamis, 04 Sep 2025, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring aksi profit taking investor menjelang libur panjang.
Pelemahan ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang cenderung mengamankan keuntungan setelah reli dalam beberapa sesi terakhir.
Momentum libur panjang biasanya diantisipasi dengan pengurangan eksposur terhadap aset berisiko karena ketidakpastian global maupun domestik yang dapat muncul saat pasar tutup.
Secara teknikal, tekanan jual ini lebih bersifat korektif daripada fundamental, mengingat indikator ekonomi domestik relatif masih solid.
Namun, pergerakan IHSG ke depan tetap akan dipengaruhi oleh arus dana asing, dinamika global seperti arah kebijakan The Fed, serta ekspektasi terhadap data ekonomi kuartal III yang segera dirilis.
Sebaiknya Anda baca juga:
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/9) sore, ditutup melemah 18,51 poin atau 0,23 persen ke posisi 7.867,35 seiring aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar menjelang libur panjang akhir pekan.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,10 poin atau 0,14 persen ke posisi 799,80.
“IHSG tertahan di jalur melemah, sebelumnya mengalami rebound namun terkoreksi. Tampaknya sentimen dari aksi profit taking jelang libur nasional pada esok hari (Jumat) dan juga tekanan jual asing,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari mancanegara, fokus perhatian pelaku pasar tertuju pada kebijakan moneter The Fed, yang mana pasar semakin optimistis The Fed akan memangkas suku bunga acuannya pada September 2025.
Berdasarkan CME Fedwatch, tercatat probabilitas sebesar 97,6 persen akan dilakukan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan 17 September 2025.
Sebelumnya, petinggi The Fed Christopher Waller menegaskan dukungannya terhadap pemangkasan suku bunga pada September 2025, sedangkan Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic menyatakan pemotongan sudah dalam agenda, meski belum memastikan waktunya.
Selain itu, juga terdapat faktor lain yang mendukung pemangkasan suku bunga, yaitu rilis data lowongan kerja Amerika Serikat (AS) yang turun dari sebelumnya 7,35 juta pada Juni 2025 menjadi 7,18 juta pada Juli 2025, yang mengindikasikan penurunan lowongan pekerja dan pasar tenaga kerja yang melemah.
Selanjutnya, pelaku pasar juga menantikan rilis klaim pengangguran AS, data ketenagakerjaan ADP, serta laporan penggajian nonpertanian pada Jumat (5/9), untuk petunjuk lebih lanjut tentang momentum ekonomi dan kebijakan Fed.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!