Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Terpukul Konflik Geopolitik, Timur Tengah Jadi Momok Bursa!

📅 Jumat, 13 Jun 2025, 20:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Terpukul Konflik Geopolitik, Timur Tengah Jadi Momok Bursa! Doc: Antara.
Ket. Bursa Efek Indonesia.

JAKARTA - Pasar saham di Tanah Air ikut terguncang oleh memanasnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah usai serangan brutal militer Israel ke Iran. 

Agresi militer Israel tersebut dikhawatirkan memicu serangan balasan dari Iran sehingga berisiko menggoyang pasar saham di tanah air dalam jangka waktu cukup lama. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (13/6) sore, ditutup melemah 38,30 poin atau 0,53 persen ke posisi 7.166,07, seiring meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,07 poin atau 0,75 persen ke posisi 801,80.

“IHSG ditutup melemah di tengah sentimen negatif meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kekhawatiran akan dampaknya terhadap perekonomian domestik, di saat masih ada potensi ancaman dari perang tarif,” ujar analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim di Jakarta.

Mayoritas bursa saham kawasan Asia juga ditutup melemah, setelah terjadinya serangan militer Israel yang menargetkan program nuklir Iran, sementara Iran berjanji akan membalas.

Peristiwa itu mengakibatkan harga minyak mentah menguat tajam lebih dari 6 persen di atas level 72 dolar Amerika Serikat (AS) per barel.

Sebelumnya, pelaku pasar akhir-akhir ini cenderung mengabaikan risiko geopolitik, dengan adanya serangan ini menjadi peringatan bahwa risiko ini lebih nyata dan lebih mendesak daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Dari dalam negeri, penjualan ritel bulan April 2025 turun 0,3 persen year on year (yoy) dari sebelumnya naik 5,5 persen (yoy) di Maret 2025, dan merupakan penurunan tahunan pertama sejak April 2024.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor meningkat yaitu sektor barang baku yang naik sebesar 1,18 persen.

Sedangkan sepuluh sektor terkoreksi yaitu paling dalam sektor teknologi minus 1,25 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 1,09 persen dan 0,99 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu JAWA, MBSS, ASBI, ARCI, dan JATI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KRYA, KOPI, JECC, BPFI, dan BAIK.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.372.329 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,68 miliar lembar saham senilai Rp15,20 triliun. Sebanyak 241 saham naik, 364 saham menurun, dan 200 tidak bergerak nilainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

45 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.