Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IEU-CEPA Siap Buka Pintu Eropa, Diharapkan Ekspor RI Bakal Melonjak

📅 Senin, 04 Agu 2025, 16:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
IEU-CEPA Siap Buka Pintu Eropa, Diharapkan Ekspor RI Bakal Melonjak Doc: Antara
Ket. Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono dalam acara yang digelar Kadin Indonesia di Jakarta, Senin (4/8).

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan penyelesaian perjanjian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) jadi momentum tepat bagi Uni Eropa (UE) dan Indonesia dalam rangka menghadapi situasi global yang saat ini tidak terprediksi.

"Kita sama-sama dengan UE itu, sampai pada satu kesamaan sepertinya memang tidak boleh berlama-lama lagi. Ini merupakan momentum yang tepat dan baik. Kita harus selesaikan," ujar Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono di Jakarta, Senin.

Hal ini dikarenakan Indonesia dan UE menghadapi situasi dunia yang saat ini dalam kondisi sulit dan tidak terprediksikan.

"Kita yakin, sama-sama yakin, bagi Indonesia, UE adalah salah satu mitra yang mampu memberikan suatu potensi peluang yang berkelanjutan (sustained). Sedangkan buat UE, Indonesia juga demikian sebagai negara terbesar di kawasan Asia Tenggara," kata Djatmiko.

Pemerintah telah menetapkan peta jalan penyelesaian IEU-CEPA, dimulai dari periode September 2025 hingga kuartal II 2026 untuk penyelesaian prosedur domestik di masing-masing negara.

Selanjutnya, penandatanganan IEU CEPA ditargetkan berlangsung antara kuartal II hingga kuartal III 2026, dilanjutkan dengan proses ratifikasi dan penyusunan undang-undang oleh DPR RI pada kuartal II hingga kuartal IV 2026.

Implementasi penuh IEU CEPA ditargetkan dapat dimulai pada kuartal I 2027.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono menjelaskan bahwa proses legal scrubbing akan difokuskan pada periode Juli hingga September 2025.

“Kalau di Indonesia prosesnya relatif cepat, mungkin 1-2 bulan. Tapi di Uni Eropa bisa sampai 10–12 bulan karena harus melewati berbagai tahap administratif dan legislasi nasional,” ujar Djatmiko.

Ia menambahkan, jika proses ini berjalan sesuai rencana, maka penandatanganan IEU CEPA bisa dilakukan pada kuartal II atau III tahun depan, dan implementasi penuh dapat dimulai pada awal 2027.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.