Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Minyak Mentah Stabil di Asia, Investor Pantau Krisis Perbankan

📅 Jumat, 17 Mar 2023, 10:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Mentah Stabil di Asia, Investor Pantau Krisis Perbankan Doc: . ANTARA/Moch Asim
Ket. Ilustrasi - Minyak mentah Brent untuk pengiriman November bertambah 0,68 dolar AS menjadi menetap pada 79,74 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.

SINGAPURA - Harga minyak sedikit berubah di awal perdagangan Asia pada Jumat (17/3), setelah pertemuan antara Arab Saudi dan Rusia menenangkan pasar, tetapi kontrak acuan minyak mentah masih menuju penurunan mingguan kedua setelah krisis perbankan memicu aksi jual di pasar keuangan global minggu ini.

Minyak mentah berjangka Brent naik tipis dua sen menjadi diperdagangkan di 74,72 dolar AS per barel pada pukul 01.33 GMT, setelah menghentikan penurunan tiga hari untuk menyelesaikan perdagangan 1,0 persen lebih tinggi pada Kamis (16/3).

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menyusut dua sen menjadi diperdagangkan pada 68,33 dolar AS per barel, setelah ditutup 1,1 persen lebih tinggi di sesi sebelumnya.

Kedua harga acuan mencapai level terendah dalam lebih dari setahun minggu ini dan bersiap untuk membukukan penurunan mingguan terbesar sejak Desember sekitar 10 persen. Minyak dan aset global lainnya melemah minggu ini karena jatuhnya Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank membuat pemerintah AS dan Swiss berebut untuk menopang likuiditas di bank.

Risiko penularan di antara bank masih membuat investor gelisah, membatasi selera mereka terhadap aset-aset seperti komoditas karena mereka khawatir penurunan lebih lanjut dapat memicu resesi global dan mengurangi permintaan minyak.

"Kegagalan SVB dan Signature Bank yang tiba-tiba memaksa pemikiran ulang tentang kesehatan ekonomi yang lebih luas dan pasar yang ketakutan," kata analis JPMorgan dalam sebuah catatan.

"Permintaan minyak diperkirakan ulang, tetapi kami melihat sedikit perubahan fundamental dan cenderung mengatasi volatilitas sektor keuangan, menjaga perkiraan harga kami tidak berubah untuk saat ini karena kami menunggu pembaruan tentang tindakan kebijakan potensial dalam beberapa minggu mendatang," kata para analis, merujuk ke pertemuan OPEC+ dan Washington kemungkinan bergerak untuk mulai mengisi kembali cadangan strategis.

Komite penasihat Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, akan bertemu pada 3 April.

Penurunan harga lebih lanjut dapat mendorong OPEC+ untuk mengurangi pasokan guna mencegah perkiraan peningkatan persediaan pada kuartal kedua, analis di National Australia Bank mengatakan dalam sebuah catatan.

WTI turun di bawah 70 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Desember 2021, mungkin membuat harga cukup menarik bagi pemerintah AS untuk mulai mengisi Cadangan Minyak Strategis, yang berada di level rekor terendah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.