Gubernur Jatim Siap Laksanakan Beras Fortifikasi Perdana untuk MBG
📅 Sabtu, 09 Agu 2025, 11:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memastikan provinsi itu siap menjadi pelaksana pertama beras fortifikasi untuk meningkatkan gizi anak melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kita siap menjadi implementor pertama jika pemerintah pusat merevisi aturan/regulasi maupun kebijakan terhadap beras fortifikasi," kata Gubernur Jatim Khofifah saat menerima kunjungan tim World Food Programme (WFP) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (8/8) malam.
WFP merupakan badan kemanusiaan terbesar di dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurut Khofifah, pelaksanaan program ini harus memiliki payung hukum dan regulasi resmi dari pemerintah pusat agar sesuai prosedur.
Ia mengusulkan regulasi beras fortifikasi diterbitkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai otoritas resmi, khususnya untuk mendukung Program MBG.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jika regulasinya sudah clear dan ada payung hukum yang jelas, Jatim siap mengimplementasikan program ini," ujarnya.
Khofifah menjelaskan Pemprov Jatim telah menyiapkan anggaran cukup untuk mendukung Program MBG, namun aturan harus selaras dengan ketetapan pemerintah pusat agar tidak menimbulkan persoalan hukum.
Ia juga meminta WFP memaparkan kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, BGN, dan pemerintah pusat, kandungan beras fortifikasi serta manfaatnya dalam penurunan stunting, seperti keberhasilan program makan gratis di India.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami siap jadi role model beras fortifikasi di Indonesia," ucapnya.
Sementara itu Senior Advisor Analytics & Science for Food & Nutrition at the Nutrition and Food Quality Service United Nations WFP Saskia de Pee menyatakan pihaknya ingin mendukung MBG melalui beras fortifikasi yang diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
"Dengan adanya beras fortifikasi yang diproduksi secara masif melalui program ini, akan menekan atau menurunkan harganya sehingga menjadi lebih terjangkau," katanya.
Turut hadir Regional Project Coordinator for Large-scale Food Fortification Program WFP Asia Pacific Regional Office (APARO) Bangkok, Thailand Sakshi Jain; Programme Policy Officer (Rice Fortification) WFP Indonesia Country Office (Jakarta) Hizkia Respatiadi; dan Programme Policy Officer (Nutrition Social Behavior Change and Communication/SBCC) WFP Indonesia Country Office (Jakarta) Agatha.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!