Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Jambi Rogoh Kocek Pribadi Selamatkan Korban 'Online Scam' di Kamboja, Satu Orang Malah Hilang

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 01:40 WIB | Oleh:
Gubernur Jambi Rogoh Kocek Pribadi Selamatkan Korban 'Online Scam' di Kamboja, Satu Orang Malah Hilang Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Provinsi Jambi.
Ket. Gubernur Jambi Al Haris fasilitas biaya pemulangan tiga warga asal daerah tersebut dari Kamboja yang korban penipuan daring (online scam), Kamis (16/4).

KOTA JAMBI - Gubernur Jambi Al Haris secara pribadi menanggung biaya pemulangan tiga warga asal Provinsi Jambi yang sempat terjebak dalam sindikat penipuan daring (online scam) di Kamboja.

Langkah ini diambil sebagai aksi kemanusiaan mengingat proses pemulangan para korban tersebut tidak dapat difasilitasi oleh anggaran pemerintah daerah karena status keberangkatan mereka ke luar negeri yang bersifat non-prosedural atau ilegal.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jambi Ahmad Bestari di Jambi, Kamis, menegaskan bahwa proses pemulangan para korban ini tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah.

Hal ini karena status keberangkatan mereka ke luar negeri yang bersifat non-prosedural atau ilegal.

"Secara kelembagaan mereka ini kerja ilegal, jadi tidak bisa difasilitasi oleh anggaran pemerintah. Namun, atas dasar kemanusiaan dan kekhawatiran keselamatan warganya, pak gubernur menanggung ongkos kepulangan," ungkapnya.

Bestari menambahkan biaya murni bantuan pribadi dari Gubernur Jambi Al Haris, mengingat status keberangkatan tiga warga itu ke Kamboja yang bersifat tidak sesuai prosedur.

"Proses pemulangan tidak berjalan mulus. Satu dari tiga warga Jambi yang dipulangkan menghilang saat tiba di Jakarta" ungkapnya. 

Terkonfirmasi, hanya Si dan An yang pulang sampai ke wilayah Jambi, sedangkan Sy dinyatakan hilang kontak.

Ia menerangkan, ketiganya sempat menjalani proses pemeriksaan setibanya di Bandara Soekarno-Hatta. Namun Sy diketahui menghilang tanpa konfirmasi di tengah proses tersebut.

Menyikapi kasus itu, Bestari meminta seluruh masyarakat Jambi lebih waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri dengan iming-iming gaji besar tetapi melalui jalur tidak resmi.

Guna menghindari kasus serupa di masa mendatang, maka masyarakat agar tidak mudah terpengaruh atas tawaran yang menggiurkan tersebut. 

"Bila ada tawaran yang menggiurkan, segera hubungi ke Disnakertrans terdekat, untuk memastikan dan memverifikasi kebenarannya, agar jangan sampai kita tertipu," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.