Gerak Cepat, Pemkot Jakbar Gelar Rembug Stunting Guna Satukan Komitmen Kerja
📅 Jumat, 20 Okt 2023, 00:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara/Risky Syukur
Jakarta - Gerak cepat, Pemerintah Kota Jakarta Barat menggelar 'rembug stunting' untuk menyatukan komitmen kerja dalam rangka penurunan kasus stunting di wilayah tersebut.
"Kegiatan rembug ini merupakan rangkaian kegiatan dalam pembangunan komitmen dari seluruh sektor dan UKPD (Unit Kerja Perangkat Daerah) untuk penurunan stunting," ucap Wakil Wali Kota Jakarta BaratHendra Hidayat di Jakarta Barat pada Kamis.
Lebih lanjut, Hendra menyebut ada dua penyebab utama terjadinya stunting, yaitu penyebab langsung dan penyebab tidak langsung.
Penyebab langsung, kata Hendra, meliputi asupan makan yang kurang dan penyakit infeksi. Sementara penyebab tidak langsung terjadi karena beberapa faktor seperti pendidikan yang kurang, pola asuh yang kurang tepat, akses sanitasi yang kurang layak, lingkungan, akses air minum, dan sebagainya.
"Sehingga intervensi yang dilakukan juga harus meliputi dua hal yaitu intervensi spesifik, meliputi bidang kesehatan dan intervensi sensitifyang berkenaan dengan upaya perbaikan di luar kesehatan," imbuh Hendra.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hendra menuturkan, seluruh pihak terkait perlu mengetahui bahwa intervensi sensitif menyumbang 70 persen keberhasilan penurunan stunting.
"Nah, dengan kerja sama dari berbagai pihak, prevalensi stunting di Jakarta Barat telah menurun dari 17,8 persen pada tahun 2021 menjadi 15,2 persen pada tahun 2022 berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI)," ucap dia.
Lebih jauh, Hendra menyebutkan setelah kegiatan rembuk stunting tingkat kota maka harus dilaksanakan pula rembuk stunting di delapan Kecamatan dan 56 Kelurahan di Jakarta Barat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Seluruh hasil kegiatan rembuk stunting harus dilaporkan ke sekretariat tingkat kota. Serta perencanaan kegiatan yang sudah disusun agar dilaksanakan dengan optimal," imbuhnya.
Secara terpisah, Ketua Subkelompok Kesehatan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Jakarta Barat, Endang Tri Rahayu mengaku belum memiliki data angka prevalensi stunting Jakarta Barat untuk tahun 2023.
Hal itu lantaran survei untuk tahun ini baru mulai dilaksanakan di Agustus dan masih berlangsung sampai sekarang.
"Namun, dilihat dari jumlah lokus stunting, jumlah lokus stunting di Jakarta Barat dari tahun 2021- 2023 mengalami penurunan, yaitu 11 lokus (2021), sembilan lokus (2022) dan delapan lokus (2023)," kata Endang.
Selain itu, kalau dilihat dari tahun lalu, angka prevalensi stunting Jakarta Barat menurun dari 17,8 persen pada 2021 menjadi 15,2 persen pada 2022.
"Itu berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI)," kata Endang.
Dengan demikian, kata Endang, Pemerintah Kota Jakarta Barat (Jakbar) optimis mampu mencapai prevalensi maksimal 14 persen di tahun 2024.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!