Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerak Cepat, BKKBN: Gencarkan Makan Telur dan Lele Penuhi Gizi Anak Cegah Stunting

📅 Jumat, 22 Sep 2023, 00:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, BKKBN: Gencarkan Makan Telur dan Lele Penuhi Gizi Anak Cegah Stunting Doc: ANTARA/HO-BKKBN
Ket. Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menerima audiensi secara daring dari perusahaan dan akademisi terkait pemanfaatan pangan lokal untuk mencegah stunting pada Kamis (21/9/2023).

Jakarta - Gerak cepat, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyatakan dengan menggencarkan makan telur dan ikan lele, sebagai bahan pangan lokal dengan kandungan protein hewani tinggi dapat memenuhi gizi anak dalam rangka mencegah stunting.

"Yang harus kita lakukan secara serius adalah mengubah pola pikir, bagaimana agar masyarakat mau mengkonsumsi makanan yang bisa betul-betul signifikan bisa mengatasi stunting, telur mengandung DHA dan omega 3, ikan lele juga kaya protein," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo di Jakarta, Kamis.

Hasto menjelaskan, konsumsi telur dan ikan lele menjadi bagian yang terus dikampanyekan oleh BKKBN karena mudah didapatkan, mengingat tidak semua masyarakat tinggal di dekat laut dan mudah mendapatkan protein dari ikan laut.

"Meskipun kandungan telur kalah dengan ikan tuna, itu menjadi bagian yang terus kita sosialisasikan karena mudah diakses, begitu juga ikan lele karena memang disediakan di lokal dan memang mengandung protein hewani, itu yang kemudian kita kampanyekan terus menerus," ujar Hasto.

Selain mengandung protein tinggi, harga telur dan ikan lele juga lebih murah, sejalan dengan misi BKKBN untuk terus mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat untuk mengutamakan produk lokal ketimbang impor.

Selain protein hewani, BKKBN juga mengkampanyekan daun kelor (moringa) yang mengandung protein esensial asam amino.

Hasto juga mengatakan, BKKBN terbuka untuk bekerjasama dengan para mitra demi mengubah pola pikir masyarakat tentang makanan tinggi gizi tersebut.

"Memang BKKBN fungsinya sebagai lembagauser, bahwa itu bagus dan kemudian kita kampanyekan. BKKBN juga perlu mengubah pola pikir masyarakat terkait dengan makanan, reproduksi dan lingkungan," ucapnya

Sementara, Direktur PT Jaring Amanah Sinergy Sonny Prasodjo yang hadir untuk melaksanakan audiensi dengan Kepala BKKBN terkait pemanfaatan pangan lokal untuk mencegah stunting, mengatakan bahwa ikan tuna juga banyak tersedia di Indonesia tanpa harus impor.

Ia menyatakan siap mendukung BKKBN untuk ikut mengubah pola pikir masyarakat bahwa makanan bergizi tinggi tidak perlu yang mahal dan impor, cukup dengan makanan lokal yang mudah didapat di sekitar yang bergizi tinggi untuk mengatasi stunting.

"Semua itu ada di sekitar kita tanpa harus impor, ikannya ada dan untuk memproses kita bisa, pengemasan dan penyebarannya pun kami bisa. Tidak ada satu komponen pun yang kita impor. Ikan tuna itu tidak mengenal musim, di semua wilayah laut hampir ada ikan tuna," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

49 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.