Film Mickey 17, Konflik dari Kloning Manusia
📅 Jumat, 14 Mar 2025, 09:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Pekanbaru - Sutradara Bong Joon Ho kembali dengan film fiksi ilmiah Mickey 17, yang diadaptasi dari novel Mickey7 karya Edward Ashton yang menceritakan sebuah perjalanan luar angkasa penuh ketegangan dan visual yang memanjakan mata.
Film ini berpusat pada Mickey Barnes yang diperankan oleh Robert Pattinson, seorang Expendable atau manusia kloning yang ditugaskan dalam misi kolonisasi planet Niflheim.
Dalam sistem ini, setiap kali seorang Expendable mati dalam tugas berbahaya, tubuh barunya akan diaktifkan dengan ingatan yang tetap utuh.
Namun, segalanya menjadi rumit ketika Mickey 17, yang seharusnya sudah digantikan oleh versi terbaru dirinya, justru tetap hidup dan menciptakan konflik yang mengancam keseimbangan misi.
Konflik utama film ini tidak hanya berpusat pada perjuangan Mickey melawan sistem yang memperlakukannya sebagai alat sekali pakai, tetapi juga pada eksplorasi identitas dan nilai kehidupan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketegangan semakin meningkat ketika Mickey menyadari bahwa keberadaannya yang ganda bisa mengguncang struktur kekuasaan dalam ekspedisi tersebut.
Karakter yang kuat.
Robert Pattinson tampil memukau sebagai Mickey 17, membawa nuansa emosi yang kuat dalam perjuangannya sebagai individu yang terus di-reset namun tetap mempertahankan rasa dirinya. Aktingnya memperlihatkan sisi putus asa, humor sarkastik, hingga kepanikan yang terasa nyata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain Pattinson, para pemeran pendukung juga memberikan kontribusi besar dalam membangun atmosfer cerita. Karakter-karakter lain, termasuk pemimpin ekspedisi dan ilmuwan yang meragukan sistem kloning, menambah dimensi tersendiri dalam plot. Setiap karakter memiliki peran yang jelas dan memberikan warna yang memperkaya cerita.
Visual menakjubkan
Salah satu aspek paling menonjol dalam Mickey 17 adalah visualnya yang spektakuler.
Bong Joon Ho menghadirkan dunia luar angkasa yang keren, dari interior pesawat luar angkasa hingga lanskap planet Niflheim yang misterius. Efek visual dalam film ini digarap sangat detail, sehingga menciptakan atmosfer yang dingin dan menegangkan.
Salah satu elemen menarik dalam film ini adalah kehadiran makhluk alien berbentuk serangga raksasa yang menghuni Niflheim. Kehadiran mereka menjadi tantangan besar bagi manusia yang ingin menjadikan planet tersebut sebagai rumah baru.
Makhluk-makhluk ini bukan sekadar ancaman fisik, tetapi juga membawa dilema etis apakah manusia berhak mengambil alih planet yang sudah memiliki ekosistemnya sendiri?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!