Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Filipina Bertekad Bentuk Aliansi Keamanan

📅 Senin, 27 Mei 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Filipina Bertekad Bentuk Aliansi Keamanan Doc: AFP/DITA ALANGKARA
Ket. Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro

MANILA - Filipina akan terus membangun aliansi keamanan dan menggelar latihan tempur bersama di perairan yang disengketakan untuk mempertahankan kepentingan teritorialnya. Hal itu diutarakan Menteri Pertahanan Gilberto Teodoro pada Jumat (24/5) saat Filipina mengabaikan kritik Tiongkok yang menganggap tindakan tersebut sebagai paranoia.

Menhan Teodoro secara blak-blakan mengkritik tindakan Beijing yang semakin agresif di Laut Tiongkok Selatan (LTS), tanpa menyebut nama Tiongkok, dalam pidatonya di hadapan petinggi militer pada upacara peringatan berdirinya Angkatan Laut Filipina di Manila. "Filipina tidak akan menoleransi agresi dan tindakan provokatif," kata dia.

Sejak permusuhan teritorial dengan Tiongkok meningkat tahun lalu di LTS, pemerintahan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, telah mengambil langkah-langkah untuk membentuk aliansi keamanan baru dengan sejumlah negara Asia dan Barat dan mengizinkan kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di lebih banyak pangkalan di Filipina berdasarkan pakta pertahanan pada 2014. Pada April dan Mei, militer Filipina bahkan menggelar latihan militer tahunan dengan pasukan AS di dan dekat perairan yang disengketakan.

Tiongkok mengatakan tindakan AS dan sekutunya, termasuk Filipina, bersifat provokatif, bertujuan untuk membendung Beijing dan membahayakan keamanan regional.

"Menganggap kegiatan kerja sama dengan negara-negara yang berpandangan sama sebagai upaya untuk mengekang atau memprovokasi adalah disinformasi dan bukti paranoia terhadap sistem politik tertutup," ucap Menhan Teodoro dengan jelas mengacu pada Tiongkok.

Perluas Perjanjian

Filipina saat ini memiliki perjanjian pertahanan yang memperbolehkan pasukan AS dan Australia memasuki negara tersebut untuk mengikuti pelatihan kesiapan tempur dan tanggap bencana tahunan. Filipina juga sedang merundingkan perjanjian serupa dengan Jepang dan mempertimbangkan perjanjian lain dengan Prancis. Negara ini pun telah mengadakan manuver bersama dengan Angkatan Laut AS, Australia dan Jepang tahun ini.

Dalam latihan militer tahunan terbesar bulan lalu, ribuan pasukan AS dan Filipina melakukan perebutan kembali sebuah pulau dan menenggelamkan sebuah kapal perang dalam latihan tempur yang berfokus pada pertahanan teritorial di atau dekat LTS. Mereka melakukan latihan pengintaian udara dan transportasi logistik serta mengamankan lapangan terbang selama latihan pertempuran di sebuah kota di Filipina yang terletak dekat Taiwan.

Menanggapi hal itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, Wu Qian, mengatakan di Beijing bulan lalu bahwa Beijing menentang campur tangan eksternal, unjuk kekuatan, provokasi dan pelecehan di LTS dan menentang pembentukan lingkaran eksklusif atau blok konfrontasi." Ia pun mengatakan Tiongkok akan dengan tegas mempertahankan wilayahnya. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

34 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.