Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

ESDM Dorong Implementasi Keppres Hilirisasi Energi

📅 Senin, 19 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
ESDM Dorong Implementasi Keppres Hilirisasi Energi Doc: Koran Jakarta /Wahyu AP
Ket. Pengemudi ojek online melakukan pengisian batu batere motor listrik di SPKLU PLN Gambir, Jakarta, Beberapa waktu lalu.

Jakarta - Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra menekankan pentingnya implementasi Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional untuk mempercepat kolaborasi lintas sektoral dan menyelesaikan hambatan regulasi.

Seperti dikutip dari Antara, menurut Satya, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (18/1), pemerintah sepenuhnya mendukung kesuksesan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 dan program pengurangan bahan bakar diesel untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

"Kunci utama dari kemandirian energi adalah sinergi antara keekonomian, keamanan pasokan, dan pelestarian lingkungan, di mana setiap langkah transisi energi harus dipastikan murah dan kompetitif sehingga dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh seluruh rakyat Indonesia," katanya saat kunjungan kerjanya ke PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat di Bandung, Jabar, Jumat (16/1).

Menurut dia, sinergi subsektor ketenagalistrikan di Jawa Barat turut menjaga ketahanan energi dan mengawal transisi nasional.

Hangga mengatakan, tujuan kunjungan kerja ini adalah dalam rangka melakukan pengawasan terhadap seluruh rantai pasok energi nasional, mulai dari hulu migas, kilang, hingga hilir kelistrikan guna memastikan keselarasan dengan visi Astacita nomor 2 dan nomor 5.

"Kunjungan di fasilitas PLN ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam mengenai efisiensi layanan masyarakat dan kesiapan infrastruktur digital dalam mendukung kemandirian energi nasional yang menjadi prioritas Presiden, Wakil Presiden, dan Menteri ESDM," jelasnya.

Fokus utama peninjauan dilakukan pada Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Jawa Barat, yang berfungsi sebagai pusat kendali untuk memantau stabilitas frekuensi dan beban listrik secara terpusat selama 24 jam penuh.

UP2D berperan vital dalam menjaga keandalan listrik, melakukan monitoring kondisi teknis di lapangan, hingga memberikan respons cepat terhadap gangguan melalui integrasi teknologi smart grid.

Energi Tertinggi

PLN UID Jawa Barat merupakan pengelola sistem kelistrikan dengan basis pelanggan terbesar di Indonesia, melayani lebih dari 18,1 juta pelanggan dengan total daya tersambung mencapai 35.686 MVA.

Sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi dan energi tertinggi, wilayah ini didukung oleh infrastruktur distribusi yang masif, menjadikan Jawa Barat sebagai sistem kelistrikan paling kompleks di tanah air.

Dengan realisasi bauran energi baru dan terbarukan (EBT) yang menyentuh angka 33 persen, Jawa Barat juga menjadi tulang punggung nasional dalam mengawal target transisi energi menuju masa depan yang berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.