Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Epigraf: Pemanfaatan Teknologi Dapat Membantu Membaca Prasasti

📅 Selasa, 01 Okt 2024, 15:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Epigraf: Pemanfaatan Teknologi Dapat Membantu Membaca Prasasti Doc: ANTARA/Prasetia Fauzani

JAKARTA - Epigraf dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Tjahjono Prasodjo, mengatakan perkembangan teknologi saat ini dapat dimanfaatkan dalam epigrafi atau cabang arkeologi yang mempelajari peninggalan benda-benda tertulis untuk membantu proses membaca prasasti.

Ia menjelaskan fotogrametri menjadi salah satu bentuk kemajuan teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam membaca prasasti. Fotogrametri merupakan ilmu dan teknologi untuk mendapatkan informasi mengenai suatu objek melalui proses pengamatan, perekaman, dan interpretasi gambar fotografi.

"Ini mungkin bisa kita pakai untuk membantu dalam hal pembacaan prasasti misalnya ada fotogrametri yang bisa membantu kita untuk melakukan pembacaan aksara-aksara yang tidak jelas," katanya dalam diskusi daring dipantau di Jakarta, Senin (30/9).

Menurut dia, prasasti yang memiliki aksara kabur atau tidak jelas karena termakan usia menjadi salah satu hambatan yang ditemui epigraf atau ahli epigrafi saat meneliti sebuah prasasti. Oleh karena itu, fotogrametri bisa digunakan untuk memudahkan membaca prasasti yang sulit terbaca.

"Saat ini handphone kan bisa kita gunakan untuk fotogrametri membuat prasasti itu menjadi lebih terbaca," ujar dia.

Tjahjono mendorong para epigraf untuk mengejar perkembangan teknologi yang terus berkembang saat ini dengan memanfaatkannya dalam penelitian prasasti. Ia menilai teknologi dapat memberikan banyak manfaat untuk proses penerjemahan prasasti.

"Saya kira akan terus berkembang teknologi semacam ini di kemudian hari dan kita harus mengejar ini supaya kita bisa memanfaatkan. Ke depan saya kira akan sangat bermanfaat buktinya sudah ada teman-teman yang memanfaatkan itu," kata dia.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan menggandeng komunitas untuk mengenalkan aksara kuno kepada masyarakat.

"Ditjen Kebudayaan terus mendorong teman-teman komunitas, salah satunya di bawah Perkumpulan Ahli Epigrafi Indonesia (PAEI) untuk sama-sama mengusung diseminasi atau sosialisasi aksara kuno sebagai salah satu upaya pemajuan kebudayaan," kata Direktur Pelindungan Kebudayaan Kemendikbudristek, Judi Wahjudin.

Menurut dia, penting untuk memetakan ekosistem epigrafi atau cabang arkeologi yang mempelajari tentang peninggalan benda-benda tertulis, agar terus bergotong royong untuk lebih mengenalkan aksara kuno kepada masyarakat. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

41 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.