Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

El Nino, Kesempatan Tingkatkan Produksi Pangan Dalam Negeri

📅 Selasa, 12 Sep 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
El Nino, Kesempatan Tingkatkan Produksi Pangan Dalam Negeri Doc: BPMI SETPRES/RUSMAN
Ket. BANTUAN BERAS SELAMA TIGA BULAN I Presiden Joko Widodo, didampingi Mensesneg Pratikno, Dirut Perum Bulog Budi Waseso, Mendag Zulkifli Hasan, dan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi (kiri) mengecek ketersedian beras di gudang Bulog yang berada di Komplek Pergudangan Sunter, Jakarta, Senin (11/9). Presiden menyampaikan bahwa untuk mengatasi kelangkaan, bantuan beras diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama tiga bulan mulai September hingga November. Presiden memastikan stok beras nasional di gudang Bulog saat ini mencapai 1,6 juta ton.

» Pemda didorong untuk menyiapkan pangan di daerahnya masing-masing, serta aktif bekerja sama dengan daerah lain.

» Data menunjukkan 60 persen saluran irigasi rusak dan belum nampak rencana pemerintah memperbaikinya.

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan langkah-langkah mitigasi turunnya produktivitas tanaman pangan karena dampak kekeringan atau El Nino pada tahun ini. Penurunan produktivitas tersebut seharusnya menjadi kesempatan untuk meningkatkan kembali produksi pangan di negara sendiri.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, yang ditemui wartawan di Gudang Bulog Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/9), mengatakan mitigasi penting untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan produktivitas turun. Selanjutnya, faktor penghambat tersebut seperti sarana dan prasarana pendukung ditangani dengan baik agar produktivitas lahan ke depan kembali normal, bahkan meningkat.

"Ini kesempatan negara kita untuk memproduksi pangan di negara sendiri," kata Arief.

Presiden Jokowi, jelasnya, telah menginstruksikan sejumlah kementerian untuk menjalankan upaya mitigasi. Misalnya, Kementerian PUPR yang sudah membangun 60 waduk, 1.250 sumur bor, 5.000 embung, dan 50 sumur untuk mendukung infrastruktur penanaman pangan.

Begitu pula dengan Kementerian Pertanian telah diminta menyiapkan benih yang tahan suhu panas, persiapan tanam di rawa-rawa, serta mempercepat waktu tanam.

"Sementara Badan Pangan diminta menyiapkan cadangan pangan pemerintah. Food reserve ini sangat penting disiapkan, tentunya (bekerja sama) dengan Bulog," kata Arief.

Sebaiknya Anda baca juga:

Pemerintah juga, kata Arief, mengupayakan penganekaragaman pangan dengan mengutamakan kearifan pangan lokal di masing-masing daerah.

Dengan demikian, semua jajaran pemerintah daerah (pemda) didorong untuk menyiapkan pangan di daerahnya masing-masing, serta aktif bekerja sama dengan daerah lain untuk memastikan ketahanan pangan bagi masyarakat.

"Jadi, nanti ada kerja sama antardaerah di mana daerah yang surplus menjadi penyangga daerah yang defisit, karena tidak ada satu daerah yang bisa sepenuhnya memenuhi sumber pangannya sendiri," kata Arief.

Ibu Kota Jakarta, misalnya, sudah pasti pangannya bergantung dari Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah.

Guru Besar Fakultas Pertanian dari Univeritas Gadjah Mada (UGM), Dwijono Hadi Darwanto, mengatakan pembangunan embung dan bendungan tidak akan memberi manfaat kalau irigasinya tidak diperbaiki. Data menunjukkan 60 persen saluran irigasi rusak dan belum tampak rencana pemerintah kapan memperbaikinya.

"Sekarang kan musim kemarau panjang malah justru saat yang tepat untuk memperbaiki irigasi. Kalau menunggu tahun depan terlalu lama. Kalau sekarang diperbaiki, tahun depan panen pasti meningkat karena irigasi berkontribusi 20 persen terhadap produktivitas," kata Dwijono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

58 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.