El Nino, Kesempatan Tingkatkan Produksi Pangan Dalam Negeri
📅 Selasa, 12 Sep 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: BPMI SETPRES/RUSMAN
» Pemda didorong untuk menyiapkan pangan di daerahnya masing-masing, serta aktif bekerja sama dengan daerah lain.
» Data menunjukkan 60 persen saluran irigasi rusak dan belum nampak rencana pemerintah memperbaikinya.
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan langkah-langkah mitigasi turunnya produktivitas tanaman pangan karena dampak kekeringan atau El Nino pada tahun ini. Penurunan produktivitas tersebut seharusnya menjadi kesempatan untuk meningkatkan kembali produksi pangan di negara sendiri.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, yang ditemui wartawan di Gudang Bulog Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/9), mengatakan mitigasi penting untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan produktivitas turun. Selanjutnya, faktor penghambat tersebut seperti sarana dan prasarana pendukung ditangani dengan baik agar produktivitas lahan ke depan kembali normal, bahkan meningkat.
"Ini kesempatan negara kita untuk memproduksi pangan di negara sendiri," kata Arief.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden Jokowi, jelasnya, telah menginstruksikan sejumlah kementerian untuk menjalankan upaya mitigasi. Misalnya, Kementerian PUPR yang sudah membangun 60 waduk, 1.250 sumur bor, 5.000 embung, dan 50 sumur untuk mendukung infrastruktur penanaman pangan.
Begitu pula dengan Kementerian Pertanian telah diminta menyiapkan benih yang tahan suhu panas, persiapan tanam di rawa-rawa, serta mempercepat waktu tanam.
"Sementara Badan Pangan diminta menyiapkan cadangan pangan pemerintah. Food reserve ini sangat penting disiapkan, tentunya (bekerja sama) dengan Bulog," kata Arief.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah juga, kata Arief, mengupayakan penganekaragaman pangan dengan mengutamakan kearifan pangan lokal di masing-masing daerah.
Dengan demikian, semua jajaran pemerintah daerah (pemda) didorong untuk menyiapkan pangan di daerahnya masing-masing, serta aktif bekerja sama dengan daerah lain untuk memastikan ketahanan pangan bagi masyarakat.
"Jadi, nanti ada kerja sama antardaerah di mana daerah yang surplus menjadi penyangga daerah yang defisit, karena tidak ada satu daerah yang bisa sepenuhnya memenuhi sumber pangannya sendiri," kata Arief.
Ibu Kota Jakarta, misalnya, sudah pasti pangannya bergantung dari Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah.
Guru Besar Fakultas Pertanian dari Univeritas Gadjah Mada (UGM), Dwijono Hadi Darwanto, mengatakan pembangunan embung dan bendungan tidak akan memberi manfaat kalau irigasinya tidak diperbaiki. Data menunjukkan 60 persen saluran irigasi rusak dan belum tampak rencana pemerintah kapan memperbaikinya.
"Sekarang kan musim kemarau panjang malah justru saat yang tepat untuk memperbaiki irigasi. Kalau menunggu tahun depan terlalu lama. Kalau sekarang diperbaiki, tahun depan panen pasti meningkat karena irigasi berkontribusi 20 persen terhadap produktivitas," kata Dwijono.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!