Dukung Investasi Berkelanjutan, DIM Hadirkan Solusi Melalui Pendekatan ESG
📅 Rabu, 22 Mar 2023, 16:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Istimewa
JAKARTA-PT Danareksa Investment Management (DIM), anak usaha dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Danareksa (Persero) menggelar acara Investor Gathering dengan tema "ESG Investing: Building Sustainable Resilient Portfolio."
Acara ini diselenggarakan untuk memberikan update dan insight bagi para investor untuk mengoptimalkan berinvestasi secara berkelanjutan atau ESG, melalui Reksa Dana Indeks MSCI Indonesia ESG Screened.
"Acara ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen kami untuk dalam memberikan insight dan mendukung investasi secara ESG atau investasi yang berfokus pada lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang semakin populer di kalangan investor global," ujar Upik Susiyawati, Direktur Sales & Marketing PT Danareksa Investment Management dalam sambutannya di Jakarta, Selasa (21/3).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tentunya kami juga ingin memberikan apresiasi tertinggi kepada seluruh investor yang telah berkomitmen untuk mendukung investasi secara berkelanjutan. Hal ini menunjukan semakin tingginya perhatian investor terhadap dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik untuk berbisnis secara keberlanjutan," tutup Upik Susiyawati.
Adapun acara Investor Gathering kali ini dihadiri oleh berbagai ahli di bidangnya, diantaranya yaitu Anton Hendranata, Chief Economist BRI.
Dalam pemaparannya, dia menyampaikan, pada 2022 telah menjadi tahun yang penuh tantangan bagi pasar keuangan dan investasi global maupun domestik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun pandemi Covid-19 telah mereda, hal tersebut telah menyebabkan gangguan terhadap perekonomian dan bisnis, serta menimbulkan ketidakpastian yang signifikan di pasar keuangan dan investasi.
Kenaikan suku bunga acuan bank sentral di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan tingginya inflasi menyebabkan ketidakpastian di pasar saham, meningkatkan imbal hasil obligasi, dan melemahkan berbagai nilai tukar terhadap dolar AS.
Selain itu, kondisi geopolitik antara Rusia dan Ukraina telah mendisrupsi pasokan energi dan pangan ke berbagai negara. Akan tetapi, situasi di atas tidak secara signifikan melemahkan Indonesia.
"Ketidakpastian ekonomi dunia masih tinggi, hal ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan Ekonomi IMF dan World Bank yang berlawanan arah. Namun dari dalam negeri, Rupiah masih resilient di tengah berbagai tantangan global yang didukung oleh pasar valas domestic yang masih cukup baik serta di dorong oleh transaksi spot dan swap yang tinggi," ujar Anton.
Selain itu, dari sisi perubahan iklim dan lingkungan ia menyampaikan bahwa perubahan iklim yang semakin memburuk dalam beberapa dekade terakhir dan peningkatan emisi CO2 yang naik secara signifikan menjadi tantangan bagi perekonomian, termasuk di Indonesia.
"Aspek lingkungan menjadi concern utama investor dalam melakukan investasi ESG hingga tahun 2025, salah satunya yaitu akibat perubahan iklim semakin memburuk dalam beberapa dekade terakhir dan emisi CO2 yang semakin meningkat, menjadi tantangan bagi perekonomian, sehingga diperlukan transformasi hijau dalam proses produksi pada sektor manufaktur Indonesia," lanjutnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!