Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DTW Jatiluwih Bangun Tempat Parkir Pertama untuk Tarik Wisatawan

📅 Minggu, 07 Jul 2024, 06:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
DTW Jatiluwih Bangun Tempat Parkir Pertama untuk Tarik Wisatawan Doc: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari
Ket. Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat meninjau pembangunan tempat parkir DTW Jatiluwih di Tabanan, Bali, Sabtu (6/7/2024).

Tabanan - Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih di Kabupaten Tabanan, Bali, mulai membangun tempat parkir pertama setelah selama ini berhadapan dengan kemacetan sebab semua kendaraan parkir di pinggir jalan.

Manajer DTW Jatiluwih John Ketut Purna saat pembukaan Jatiluwih Festival di Kabupaten Tabanan, Sabtu, mengatakan tempat parkir ini menjadi solusi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke objek sawah berundak tersebut.

"Aksesibilitas merupakan salah satu unsur pokok dalam pengembangan pariwisata, ketersediaan fasilitas parkir yang memadai merupakan faktor penting dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan," kata John.

Ia mengatakan selama 12 tahun masalah kepadatan akses dan lahan parkir menyebabkan kurangnya minat wisatawan maupun pemandu wisata mengunjungi DTW Jatiluwih.

Untuk itu bermodalkan lahan sewa seluas 80 are, pengelola membangun area parkir bertingkat yang nantinya akan menampung 250 unit kendaraan roda empat.

Langkah awal ini kemudian disampaikan John ke Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya agar memberi atensi atas masalah ini.

Bahkan menurut pengelola lahan yang baru dibangun ini belum dapat memenuhi kebutuhan ideal menampung wisatawan yang jumlahnya 1.000-1.300 orang per hari.

"Ini kantung parkir pertama di Jatiluwih, setelah selesai saya akan coba buat lagi di samping Pura Puseh untuk parkir yang menampung ribuan mobil dengan luas parkir bisa 2 hektar," ujarnya.

"Kalau di sini paling minimum punya parkir 3 hektar baru ideal karena kami tidak mau ada parkir di pinggir jalan lagi," sambung John.

Menanggapi itu, Bupati Tabanan mengapresiasi langkah pengelola, ia turut menyadari persoalan di objek berpredikat warisan budaya dari UNESCO itu adalah tempat parkir.

"Ini jalan subak pasti kecil tidak ada jalan subak yang besar, ketika ditetapkan begini baru kita kelabakan, sekarang saya sudah paham jadi dekat-dekat ini kami rapat dengan masyarakat, pemerintah dan pengusaha, selesaikan PR biar parkir memadai," kata Sanjaya.

Pemkab Tabanan sendiri sudah sempat mengkaji perbedaan tiga DTW besar mereka yaitu Tanah Lot, Ulundanu Bratan dan Jatiluwih.

"Dari ketiga objek ini kalau cerita popularitas Jatiluwih tidak dikalahkan oleh dua lainnya karena diakui dunia, tapi kenapa lebih sedikit kunjungannya karena persoalan parkir, Tanah Lot objeknya kecil tapi parkirnya berhektare-hektare," ujarnya.

Oleh karena itu pemerintah daerah bermaksud mendukung agar tempat parkir sebagai infrastruktur penting segera memadai, sehingga wisatawan dan agen perjalanan nyaman berwisata ke Jatiluwih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

21 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.