Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Disparbud Jayapura: Umat Kristen Rayakan Paskah dengan Cara Unik

📅 Minggu, 20 Apr 2025, 21:15 WIB | Oleh:
Disparbud Jayapura: Umat Kristen Rayakan Paskah dengan Cara Unik Doc: ANTARA/Dokumen pribadi-Pendeta Robby Depondoe
Ket. Jemaat GKI Syalom SiBa melakukan prosesi Khulu di depan gereja.

JAYAPURA - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua menerangkan bahwa Kristiani di daerah itu merayakan Paskah dengan cara unik dan menyentuh yang dibalut dalam nuansa religius dengan kekayaan budaya lokal.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Jayapura Fred Modouw  di Sentani, Minggu, mengatakan di Kampung Simporo dan Babrongko (SiBa) jemaat GKI Syalom melantunkan Rimeahili, atau rapan cinta khas Suku Sentani sebagai bentuk penghormatan bagi Yesus Kristus.

"Rimeahili atau Heleahili merupakan tradisi ratapan warisan leluhur Sentani, yang biasanya dituturkan saat perpisahan karena pernikahan atau kematian," katanya.

Menurut Fred, ratapan itu menggema dalam suasana Paskah, dinyanyikan oleh seorang mama paruh baya di altar gereja dengan suara penuh getaran, yang menyebut nama Yesus di setiap baitnya.

"Ini bukan tangisan biasa, Rimeahili merupakan suara jiwa, sebuah ekspresi cinta dan kehilangan yang keluar dari relung hati paling dalam," ujarnya.

Dia menjelaskan kehadiran tradisi ini dalam ibadah sebagai simbol pertemuan antara budaya dan iman yang saling memperkaya, Rimeahili bukan seni pertunjukan yang dipelajari dari teks, ini praktik budaya yang lahir spontan dan emosional.

"Ada irama khas, ada jeda, dan ada penghayatan mendalam yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang tumbuh dalam tradisi ini," katanya lagi.

Dia menambahkan puncak perayaan di GKI Syalom SiBa terjadi ketika sang mama paru baya berdiri dan mulai meratap, jemaat pun terdiam dan suasana gereja menjadi hening, hanya diisi oleh suara ratapan yang menyayat hati, nampak jemaat meneteskan air mata karena tersentuh keindahan spiritual yang membumi.

"Perayaan Paskah di Kampung SiBa menjadi cermin, bagaimana Kristiani di tepian Danau Sentani menghidupi imannya dengan bahasa ibu yang merupakan budayanya sendiri," ujarnya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.