Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinkes Batam Waspadai Lonjakan Kasus DBD Saat Musim Hujan

📅 Selasa, 15 Okt 2024, 17:12 WIB | Oleh:
Dinkes Batam Waspadai Lonjakan Kasus DBD Saat Musim Hujan Doc: (ANTARA/ HO-ANTARANEWS)
Ket. Ilustrasi nyamuk

BATAM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mewaspadai lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) saat memasuki musim hujan.

Kepala Dinkes Kota Batam Didi Kusmarjadi di Batam, Selasa, mengatakan dalam mendukung hal tersebut pihaknya menerbitkan dan mensosialisasikan Surat Edaran Walikota Batam Nomor 23 Tahun 2024 tentang Kewaspadaan Dini Peningkatan Kasus DBD.

Melalui SE tersebut, lanjutnya, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan lonjakan kasus DBD, terutama pada musim hujan.

"Kami juga telah membentuk Jumantik Rumah, Jumantik Perkantoran, dan mengintensifkan pengawasan di tempat-tempat umum melalui SE Walikota Batam Nomor 23 Tahun 2024. Ini adalah langkah preventif yang penting untuk memantau penyebaran jentik nyamuk di lingkungan sekitar," kata Didi.

Dinkes Kota Batam juga menggalakkan Gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur serta tambahan tindakan pencegahan lainnya) dan mengkampanyekan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J).

"Melalui G1R1J, setiap rumah tangga wajib memiliki satu juru pemantau jentik untuk memastikan tidak ada tempat berkembangbiaknya nyamuk penyebab DBD," kata dia.

Dengan langkah-langkah antisipatif tersebut, kata dia, diharapkan angka kasus DBD di Batam dapat ditekan dan risiko penyebaran virus dapat diminimalisir.

Berdasarkan data terbaru dari Dinkes Kota Batam, hingga saat ini kasus DBD tertinggi berada di Kecamatan Batam Kota sebanyak 87 kasus serta tingkat insiden atau Incidence Rate (IR) sebesar 43/100.000 penduduk

Sementara untuk di Kecamatan Bengkong juga menunjukkan angka yang signifikan dengan 86 kasus dan IR 66/100.000 penduduk.

"Di Bengkong, kamimelihat IR yang cukup tinggi, meskipun jumlah kasusnya mendekati Batam Kota, tingkat infeksi per jumlah penduduk menunjukkan risiko yang tidak bisa diabaikan," ujar Didi.

Namun dari segi risiko penyebaran, Kecamatan Batuampar menjadi wilayah paling rawan dengan IR tertinggi yaitu 78/100.000 penduduk, meskipun kasus temuannya 49 kasus DBD.

"Meskipun jumlah kasus di Kecamatan Batuampar lebih rendah dibandingkan Batam Kota, dengan 49 kasus, tingkat infeksi di Batuampar sangat tinggi jika dilihat dari proporsi penduduknya," kata dia.

"Kasus DBD tersebar di berbagai kecamatan dan masing-masing wilayah memiliki tingkat risiko berbeda," kata Didi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.