Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinas Pertanian Kudus mulai gencar vaksinasi PMK cegah penyebaran PMK

📅 Rabu, 22 Jan 2025, 22:32 WIB | Oleh:
Dinas Pertanian Kudus mulai gencar vaksinasi PMK cegah penyebaran PMK Doc: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Ket. Vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak guna mencegah penyebaran penyakit PMK di peternak sapi perah di Desa Singocandi, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (22/1/2025).

Kudus, 22/1  - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, meningkatkan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak guna mencegah penyebaran penyakit PMK.

"Target kami bulan Januari 2025 sebanyak 300 ekor hewan ternak, sedangkan yang sudah divaksin ada 132 ekor hewan ternak, mulai dari sapi perah, sapi, dan kerbau yang tersebar di delapan desa," kata Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Arin Nikmah di Kudus, Rabu.

Ia mengungkapkan untuk mencapai target sasaran vaksinasi, maka pihaknya menerjunkan empat tim dalam sehari.

Adapun sasarannya, kata dia, diprioritaskan untuk kawasan peternak yang belum pernah terjadi kasus PMK, semua ternak diberikan vaksin dengan harapan bisa kebal terhadap virus PMK.

Sasaran berikutnya, kata dia, menyasar ke ternak lain yang dalam kondisi sehat di lokasi yang sebelumnya pernah terjadi kasus.

"Vaksinasi PMK tahun ini, berbeda dengan sebelumnya karena prioritasnya untuk kawasan nol kasus. Sehingga pengajuan vaksin juga sesuai kebutuhan di lapangan," ujarnya.

Untuk bulan Februari 2025, pihaknya mengajukan tambahan 700 dosis vaksin PMK untuk menyasar ternak di daerah lain yang belum divaksin karena populasi hewan ternak di Kabupaten Kudus cukup banyak.

Ternak sapi potong populasinya mencapai 3.200 ekor, kerbau sebanyak 1.900 ekor, dan sapi perah sebanyak 180 ekor.

Sementara temuan kasus PMK hingga 21 Januari 2024 mencapai 67 kasus, sebanyak empat ekor di antaranya mati, potong paksa sebanyak enam ekor, dan tujuh ekor dinyatakan sembuh, selebihnya masih dalam tahap pengobatan.

Ia berharap dukungan para peternak untuk melaporkan setiap ada temuan kasus gejala klinis pada hewan ternak yang mirip PMK, agar bisa segera ditangani untuk dilakukan pengobatan.

"Ketika terjangkit PMK, maka harus diisolasi agar tidak menular ke ternak yang sehat," ujarnya.

Selain vaksinasi PMK, upaya pencegahan harus dilakukan dengan menjaga kebersihan hewan dan kandang, serta hindari berkunjung ke kandang ternak yang terjangkit virus PMK karena bisa menularkan ke ternak sendiri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.