
Ayo Perkuat EBT, Presiden Prabowo Yakin RI Tak Lagi Impor BBM pada 2030
Presiden RI, Prabowo Subianto
Foto: antaraJAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meyakini Indonesia tidak lagi melakukan impor bahan bakar minyak (BBM) dalam kurun waktu lima tahun mendatang, seiring dengan upaya pemerintah mewujudkan kemandirian atau swasembada energi.
"Memang kita harus swasembada energi dan sasaran kita 100 persen. Saya percaya dalam waktu yang tidak lama kita tidak akan impor BBM lagi dari luar. Saya punya keyakinan dalam lima tahun kita akan tidak impor BBM lagi," kata Presiden Prabowo pada acara peresmian proyek strategis nasional kelistrikan yang dipusatkan di PLTA Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1).
Menurut Presiden, ketahanan energi menjadi penting dan dibutuhkan agar Indonesia bisa melaksanakan transformasi dari energi fosil menjadi energi terbarukan.
Seperti dikutip dari Antara, Presiden menjelaskan peran energi sangat vital, terutama dengan sumber daya alam dalam negeri yang sangat besar, sehingga dapat menuntun Indonesia menjadi negara maju, serta negara industri yang bisa menyejahterakan rakyat.
Kepala Negara menilai Indonesia merupakan negara yang konsekuen dan termasuk maju dalam melakukan transformasi menjadi energi bersih dan terbarukan.
"Saya kira kita sekarang ini menjadi salah satu di dunia, negara yang mungkin termasuk paling maju di bidang transformasi energi menjadi energi terbarukan, energi bersih, green energy yang mengurangi emisi karbon. Banyak negara teriak-teriak, kita tidak usah teriak-teriak tapi kita mewujudkan, kita mengarahkan," kata Presiden.
Presiden meresmikan 37 proyek strategis ketenagalistrikan nasional yang mencakup 26 pembangkit listrik dengan kapasitas total 3,2 gigawatt, serta 11 jaringan transmisi dan gardu induk di 18 provinsi.
Kerja Keras
Presiden bangga atas pencapaian besar ini. Kepala Negara mengapresiasi kerja keras dan kerja sama seluruh pihak yang telah mewujudkan proyek ini.
"Mungkin perlu diverifikasi ini proyek energi terbesar di dunia mungkin yang kita resmikan 3,2 gigawatt sekaligus. Tentu saja ini hasil karya seluruh bangsa Indonesia, hasil kerja keras putra-putri bangsa dari semua instansi, semua institusi dan lembaga," kata Presiden Prabowo.
Selain pembangkit listrik, proyek ini juga mencakup pembangunan jaringan transmisi sepanjang 739,71 kilometer sirkuit (kms) dan gardu induk berkapasitas 1.740 megavolt ampere (MVA).
Sementara itu, pengamat Energi Baru dan Terbarukan, Surya Darma mengatakan tekad Presiden perlu didukung. "Harus dimulai dari sekarang membangun pengganti sumber daya fosil dengan energi terbarukan," tegasnya.
Diakui, hal itu memang tak mudah kalau dalam lima tahun masih sulit bisa dipenuhi untuk tidak impor minyak. Bayangkan apa yang disampaikan Menteri Bahlil bahwa kebutuhan dalam negeri masih 1,6 juta barel.
Produksi anjlok terus hanya maksimum 600 ribu BOPD (Barrel of Oil Per Day). Pasti tidak mudah untuk menutupi kebutuhan impor yang 1 juta barrel per day.
Sementara itu, Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa mengatakan, Pemerintahan Prabowo memang harus berusaha mencapai target strategis yang dicanangkan, yaitu kemandirian energi di tengah dominasi energi fossil yang memasok 85% energi di Indonesia.
Yang harus dipahami Presiden adalah ketergantungan pada energi fossil yang terus meningkat dari tahun ke tahun adalah pangkal dari ketidakamanan energi (energy insecurity) Indonesia. "Jadi perlu ada langkah-langkah terencana dan terukur untuk bertahap mengurangi energi fossil," ucap Fabby.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Tag Terkait:
Berita Trending
- 1 Harga BBM di SPBU Vivo Turun, Pertamina, BP dan Shell Stabil
- 2 Terkenal Kritis, Band Sukatani Malah Diajak Kapolri Jadi Duta Polri
- 3 RI Perkuat Komitmen Transisi Energi Lewat Kolaborasi AZEC
- 4 Akademisi: Perlu Diingat, Kepala Daerah yang Sudah Dilantik Sudah Menjadi Bagian dari Pemerintahan dan Harus Tunduk ke Presiden
- 5 Pangkas Anggaran Jangan Rampas Hak Aktor Pendidikan
Berita Terkini
-
Desentralisasi Transmigrasi, Kepala Daerah Diberi Wewenang Usulkan Program
-
BI DKI, Perlu Langkah Nyata Mengawal Transformasi Jakarta Menuju Kota Global
-
Kualitas BBM Diragukan, Rakyat Resah, Kementerian ESDM Bentuk Tim Investigasi, Efektifkah?
-
Kontribusi Emil Audero, James, dan Pelupessy Sangat Dibutuhkan Timnas Indonesia
-
Vanenburg Diyakini Bisa Gantikan Indra Sjafri di Timnas U-20