Dari Petrokimia hingga Baterai, Trio Industri Korsel Tambah Modal di Indonesia
📅 Jumat, 31 Okt 2025, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden
JAKARTA – Korea Selatan (Korsel) secara konsisten menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia, dengan kontribusi signifikan terhadap realisasi investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan sektor-sektor kunci.
Korsel merupakan salah satu dari sepuluh negara asal investor terbesar di Indonesia, menempati peringkat ketujuh pada tahun 2023 dan 2024. Selama periode 2019 hingga kuartal I 2024, total investasi Korsel di Indonesia mencapai sekitar 13,9 miliar dolar AS (sekitar Rp227,3 triliun). Pada 2023, nilainya mencapai 2,5 miliar dolar AS, dan hingga September 2024 sudah mencapai 2,4 miliar dolar AS, menunjukkan tren investasi yang stabil dan substansial.
Ke depan, investor Korsel terus menunjukkan komitmen serius, dengan janji tambahan investasi mencapai sekitar Rp30 triliun dari 19 perusahaan yang sudah beroperasi di Indonesia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan perkembangan sejumlah investasi berskala besar asal Korea Selatan yang tengah berjalan di Indonesia.
Rosan, di sela-sela KTT APEC 2025 di Gyeongju, Jumat (31/10), menyebut perusahaan besar asal Negeri Ginseng itu seperti Lotte, EcoPro, dan Posco yang terus memperluas komitmen investasinya di Tanah Air.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya bertemu dengan beberapa perusahaan yang sudah ke Indonesia, dengan EcoPro, Lotte, nanti saya juga bertemu juga bertemu karena memang mereka menyelesaikan investasi dengan nilainya 4 miliar dolar AS," katanya.
Ia mengatakan, chairman dari perusahaan Lotte diagendakan datang ke Indonesia untuk berdiskusi dengan Danantara seputar partisipasi dalam proyek chemical milik Lotte di Indonesia.
Selain itu, kata Rosan, perusahaan EcoPro juga menyiapkan investasi baru senilai 2 miliar dolar AS untuk ekspansi di sektor hilirisasi, khususnya pada rantai pasok baterai kendaraan listrik (EV Battery).
Sebaiknya Anda baca juga:
Rosan menambahkan bahwa pihaknya sudah bertemu dengan pimpinan EcoPro di Seoul, yang bahkan membuka peluang bagi Danantara untuk turut memiliki saham dalam proyek tersebut.
Lebih lanjut, Rosan menyebut Danantara tengah mengkaji tawaran kepemilikan 35 persen saham di proyek chemical Lotte di Cilegon dengan nilai ekuitas sekitar 1,7 miliar dolar AS.
“Ini proyek juga sudah selesai. Risikonya juga lebih terukur, kita bisa lihat potensi-potensi ke depannya sekarang saya perintahkan untuk segera mengkaji penawaran dari Lotte ini,” ucapnya.
Terkait mekanisme pendanaan, Rosan menjelaskan bahwa kemungkinan Danantara akan berinvestasi secara langsung, tanpa melalui BUMN.
Ia juga menyinggung adanya pembicaraan lanjutan dengan Posco terkait rencana perluasan kerja sama bersama Krakatau Steel di sektor baja.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!