Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Darah Universal untuk Transfusi ke Berbagai Tipe

📅 Kamis, 16 Mei 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Darah Universal untuk Transfusi  ke Berbagai Tipe Doc: afp/ YURIY DYACHYSHYN

Para ilmuwan baru saja selangkah lebih dekat untuk mewujudkan darah universal yang bisa diterima semua orang dengan berbagai tipe darah berbeda. Enzim yang dihasilkan oleh bakteri usus dapat menghilangkan rantai gula panjang pada darah tipe A dan B, sehingga meningkatkan kompatibilitas dengan tipe O.

Mendapatkan jenis transfusi darah yang salah dapat menyebabkan reaksi kekebalan yang fatal. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh akan mengenali dan melancarkan serangan terhadap molekul gula asing atau antigen yang menonjol dari sel darah merah.

Antigen A pada golongan darah A tidak bercampur dengan antigen B pada golongan darah B. Tipe O, darah donor universal, tidak memiliki antigen ini, sehingga dapat ditransfusikan ke orang dengan golongan darah apapun.

Sementara itu golongan darah O negatif sering disebut golongan darah universal karena semua golongan darah dapat menerimanya. Hal ini menjadikannya sangat penting dalam keadaan darurat atau ketika golongan darah pasien tidak diketahui.

Namun darah O kadang tidak tersedia dengan jumlah yang cukup baik klinik atau rumah sakit. Jadi menemukan cara agar orang-orang dengan jenis darah apapun dapat mendonorkan darahnya kepada orang lain cukup penting.

Untuk mengatasinya peneliti menggunakan bakteri usus dengan tujuan menciptakan darah universal yang bisa ditransfusikan kepada semua orang dengan golongan darah berbeda. Dengan darah baru ini semua golongan darah dapat mendonorkan darahnya ke golongan darah lain. Meski diakui masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum metode ini dapat diterapkan di klinik.

Dalam studi baru yang diterbitkan pada 29 April di jurnal Nature Microbiology, para peneliti mengidentifikasi rangkaian panjang molekul gula. Materi ini ditenggarai dapat membuat donor darah dari satu golongan darah, seperti A, tidak cocok dengan penerima yang memiliki tipe darah lain.

Untuk mengatasinya peneliti menggunakan campuran enzim bakteri usus untuk menghilangkan ekstensi gula panjang dari sel darah merah. Enzim ini biasanya melakukan metabolisme lendir dan kemudian mengaplikasikannya ke sel darah merah.

"Daripada melakukan pekerjaan itu sendiri dan mensintesis enzim buatan, kami malah mengajukan pertanyaan: Apa yang tampak seperti permukaan sel darah merah?" kata Dr Martin Olsson, seorang profesor hematologi dan kedokteran transfusi di Universitas Lund di Swedia

"Lendir di usus kita juga demikian. Jadi, kami hanya meminjam enzim dari bakteri yang biasanya melakukan metabolisme lendir dan kemudian mengaplikasikannya ke sel (darah) merah. Kalau dipikir-pikir, itu cukup indah," imbuh dia kepada Live Science.

Selama beberapa dekade, para ilmuwan telah mencoba menggunakan enzim untuk memotong antigen pada golongan darah A dan B. Dimulai dengan penggunaan enzim dari biji kopi yang tidak disangrai untuk mengubah darah tipe B menjadi tipe O pada era '80-an, para ilmuwan telah menemukan enzim yang lebih cepat dan lebih baik yang bekerja pada darah tipe A dan B.

Setelah sel darah merah dibersihkan dari antigen yang diketahui, baik darah tipe A maupun tipe B, secara molekuler terlihat seperti darah tipe O. Namun ketika darah yang diolah ini dicampur dengan plasma darah golongan O, yaitu bagian darah yang encer, plasma darah tersebut akan bereaksi positif dengan plasma darah tersebut, menandakan ketidakcocokan.

"Tidak ada A atau B yang tersisa. Bagaimana bisa keduanya tidak kompatibel padahal menurut semua buku seharusnya kompatibel?" kata Olsson.

Ternyata para ilmuwan hanya perlu melihat lebih dekat. Ketika mereka melakukannya, mereka menemukan bahwa tipe A dan B yang tidak mengandung antigen terkenal ini masih menyimpan rantai panjang molekul gula yang disebut ekstensi. Hal ini tampaknya yang menyebabkan ketidakcocokan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

37 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.