Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dampak Jangka Panjang Bagi Kesehatan Penyintas

📅 Selasa, 18 Apr 2023, 06:55 WIB | Oleh:
Dampak Jangka Panjang Bagi Kesehatan Penyintas Doc: AFP/Bedi

Bencana Bhopal (Bhopal disaster) terjadi pada malam menjelang pagi pada 2-3 Desember 1984. Meski telah hampir 49 tahun yang lalu, dampaknya bagi kesehatan masih dirasakan para penyintas sampai hari ini.

Para korban yang bertahan hidup, terus menghadapi berbagai masalah kesehatan termasuk masalah pernapasan kronis, masalah penglihatan, dan meningkatnya insiden kanker dan cacat lahir serta lingkungan yang tetap terkontaminasi hingga saat ini.

Sebelumnya Dewan Penelitian Medis India (ICMR) India dilarang untuk mempublikasikan data efek kesehatan hingga 1994. Sejumlah studi klinis dilakukan dengan kualitasnya bervariasi, tetapi laporan yang berbeda saling mendukung.

Mempelajari dan melaporkan efek kesehatan jangka panjang. Pada mata terjadi konjungtivitis kronis, bekas luka pada kornea, kekeruhan kornea, katarak dini. Pada saluran pernapasan terjadi penyakit obstruktif dan/atau restriktif, fibrosis paru, eksaserbasi tuberkulosis dan bronkitis kronis

Pada sistem saraf terjadi gangguan memori, keterampilan motorik halus, mati rasa, dan lainnya. Sementara gangguan psikologis yang dialami berupa gangguan stres pascatrauma (PTSD). Pada anak-anak terjadi angka kematian tinggi dan neonatal meningkat.

Mereka mengalami gagal tumbuh, gangguan intelektual, dan lainnya. Bhopal sekarang memiliki tingkat cacat lahir yang tinggi dan mencatat tingkat keguguran 7 kali lipat lebih tinggi dari rata-rata nasional India.

Bidang penelitian yang hilang atau tidak memadai adalah reproduksi perempuan, penyimpangan kromosom, kanker, defisiensi imun, gejala sisa neurologis, gangguan stres pascatrauma (PTSD) dan anak-anak yang lahir setelah bencana. Kasus yang tidak pernah disorot adalah insufisiensi pernafasan, insufisiensi jantung (cor pulmonale), kanker dan tuberkulosis.

Sebuah laporan pada 2014 di Mother Jones mengutip seorang juru bicara Bhopal Medical Appeal, yang menjalankan klinik kesehatan gratis untuk para penyintas yang mengatakan, diperkirakan 120.000 hingga 150.000 penyintas masih berjuang dengan kondisi medis yang serius. Gangguan yang dialami adalah kerusakan saraf, masalah pertumbuhan, ginekologis, pernapasan, masalah cacat lahir, dan peningkatan tingkat kanker dan tuberkulosis.

Pemerintah India berfokus terutama pada peningkatan layanan berbasis rumah sakit untuk korban gas sehingga rumah sakit dibangun setelah bencana. Ketika Union Carbide Corporation (UCC) ingin menjual sahamnya di Union Carbide India Limited (UCIL), Mahkamah Agung mengarahkan untuk membiayai perawatan rumah sakit berkapasitas 500 tempat tidur untuk perawatan medis para penyintas.

Untuk mengenang dan mengingatkan akan tragedi itu pemerintah India meresmikan Bhopal Memorial Hospital and Research Center (BMHRC) pada 1998. Lembaga ini juga wajib memberikan perawatan gratis bagi para penyintas selama delapan tahun. BMHRC adalah rumah sakit super khusus dengan 350 tempat tidur di mana operasi jantung dan hemodialisis dilakukan. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.