Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Rupiah Tidak Kian Terpuruk, BI Harus Menaikkan Suku Bunga

📅 Rabu, 03 Apr 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Cegah Rupiah Tidak Kian Terpuruk, BI Harus Menaikkan Suku Bunga Doc: Sumber: BI, Federal Reserve - KJ/ONES

» Intervensi pasar akan mubazir dan hanya menghabiskan cadangan devisa tanpa memberikan solusi yang efektif.

» Tindakan yang diperlukan saat ini adalah langkah yang lebih proaktif menaikkan suku bunga.

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter harus mengambil langkah menaikkan suku bunga. Kebijakan menaikkan suku bunga acuan BI7days Reverse Repo Rate itu dinilai sebagai satu-satunya resep mujarab untuk mencegah rupiah tidak terdepresiasi lebih dalam lagi.

Sebab, tekanan terhadap rupiah saat ini merupakan kombinasi antara faktor eksternal dan internal, terutama inflasi barang-barang kebutuhan pokok.

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (2/4) dibuka melemah di tengah kenaikan inflasi domestik yang mengundang kekhawatiran pasar terhadap laju perekonomian dalam negeri.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, kepada Antara di Jakarta, mengatakan pada awal perdagangan Selasa pagi, rupiah merosot 67 poin atau 0,42 persen ke level 15.962 per dollar AS dari sebelumnya sebesar 15.895 per dollar AS.

"Data inflasi pada Maret secara tahunan (year on year/yoy) terlihat kembali naik. Inflasi yang meninggi bisa menurunkan daya beli masyarakat. Ini bisa mengundang kekhawatiran pasar terhadap laju perekonomian dalam negeri," kata Ariston.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi tahunan (year on year/yoy) pada Maret 2024 sebesar 3,05 persen atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 102,99 pada Maret 2023 menjadi 106,13 pada Maret 2024.

Ariston menuturkan kekhawatiran pasar juga ditambah dengan prospek inflasi tahun depan karena kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang tarifnya akan naik dari 11 persen menjadi 12 persen.

Dari eksternal, pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh data PMI Manufaktur AS yang mengalami ekspansi.

"Rupiah masih berpotensi melemah terhadap dollar AS hari ini setelah data PMI Manufaktur AS versi ISM bulan Maret di luar dugaan menunjukkan ekspansi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang menunjukkan kontraksi," katanya.

PMI Manufaktur AS pada Maret 2024 tercatat sebesar 50,3, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 47,8. Terakhir kali PMI manufaktur AS versi ISM di level ekspansi adalah pada Oktober 2022.

Dengan hasil PMI yang mengejutkan itu, ekspektasi pasar soal pemangkasan suku bunga acuan AS datang lebih cepat, sehingga bisa menurun dan mendorong penguatan dollar AS kembali terhadap nilai tukar lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Rona
LG UltraGear Native 1000Hz ...
Daerah
Pemkot Kembali Gelar Bandun...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.