Capai Satu Abad, Mantan PM Malaysia Doktor Mahathir Berbagi 6 Tips Rahasia Umur Panjang
📅 Jumat, 11 Jul 2025, 17:58 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
Berusia 100 bukanlah hal yang kecil, terutama ketika seseorang telah menjalani kehidupan di mata publik, dengan tujuan, tekanan, dan politik.
Kemarin, Kamis (10/7), Mahathir Mohamad, perdana menteri terlama di Malaysia, melewati tonggak sejarah yang luar biasa ini. Apa yang membedakannya bukan hanya usianya, tetapi kejelasannya saat berbicara, ketajaman pikirannya, dan cara dia untuk tetap terlibat dengan dunia di sekitarnya.
Dari Times of India, kini, Mahathir menawarkan mengintip ke dalam gaya hidup dan filsafat yang membantunya mencapai usia ini dengan rahmat dan ketabahan.
1. Bagaimana menjalani hidup yang panjang dan bahagia
Tidak ada pil ajaib di sini, tidak ada klise yang terlalu sering digunakan. Sebaliknya, apa yang muncul adalah kehidupan disiplin, rasa ingin tahu yang mendalam, dan pilihan yang disengaja.
Sebaiknya Anda baca juga:
Cerita ini bukan hanya tentang seorang pria yang hidup sampai 100; ini tentang bagaimana dia melakukannya tanpa membiarkan tubuh atau pikirannya berkarat.
2.Tetap aktif secara fisik tanpa berlebihan
“Anda harus tetap aktif, duduk, dan tidak melakukan apa pun yang buruk bagi kesehatan Anda,” ujar Mahathir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saran ini mungkin terdengar sederhana, tetapi maknanya lebih dalam. Mahathir tidak mengikuti rutinitas olahraga di pusat kebugaran dengan intensitas tinggi. Ia hanya menghindari ketidakaktifan. Baik itu berjalan kaki, menghadiri rapat, atau tetap aktif bergerak dalam aktivitas sehari-hari, ia percaya bahwa gerakan dapat mencegah tubuh mengalami penurunan.
Penuaan berkaitan erat dengan hilangnya massa otot (sarkopenia) dan penurunan fungsi kardiovaskular. Gerakan ringan dan berdampak rendah yang teratur, seperti berjalan kaki, peregangan, atau melakukan pekerjaan rumah tangga, menjaga aliran darah dan otot tetap aktif. Menurut sebuah studi, gerakan ringan setiap hari lebih berkelanjutan daripada olahraga berat di usia lanjut, dan secara signifikan mengurangi risiko jatuh, penurunan kognitif, dan kerapuhan.
3. Pikiran perlu dilatih, sama seperti tubuh
“Jika Anda tidak menggunakan otak, otak akan mulai mengalami kemunduran, mulai melupakan banyak hal… Saya membaca. Saya menulis. Saya berbicara dengan orang lain. Saya memberi kuliah,” jelas Mahathir.
Ini bukan multitasking, melainkan nutrisi mental Mahathir tidak membiarkan otaknya menganggur. Baik melalui menulis opini, terlibat dalam dialog, atau membaca berita harian, beliau memastikan otaknya tertantang secara aktif.
Sebuah studi menemukan bahwa lansia yang terlibat dalam hobi intelektual, seperti membaca, menulis, atau berbicara secara teratur, lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami demensia. Ini bukan tentang IQ, tetapi tentang keterlibatan kognitif. Otak, seperti otot, akan menguat seiring penggunaan. Kemampuan Mahathir untuk mengartikulasikan ide pada usia 100 tahun merupakan bukti nyata akan hal itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!