Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bulog Siap Gudangkan 300 Ribu Ton Gabah Jelang Puncak Panen Raya, Petani Bisa Tenang

📅 Jumat, 14 Mar 2025, 19:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bulog Siap Gudangkan 300 Ribu Ton Gabah Jelang Puncak Panen Raya, Petani Bisa Tenang Doc: ANTARA/HO-BULOG
Ket. Perum BULOG saat menyerap gabah dari petani.

JAKARTA - Serapan gabah oleh Bulog merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga beras dan kesejahteraan petani. 

Bulog biasanya menyerap gabah petani melalui mekanisme Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian.

Perum Bulog telah menyerap gabah dan beras sebesar 300.000 ton setara beras pada menjelang puncak musim panen raya yang diperkirakan berlangsung pada April 2025.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Arwakhudin Widiarso mengatakan capaian serapan gabah sebanyak 300.000 ton ini menjadi angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Dengan rata-rata penyerapan harian yang sudah mencapai belasan ribu ton, kata Arwakhudin, Bulog optimistis dapat terus menjaga momentum ini hingga akhir musim panen raya.

"Dalam lima tahun terakhir penyerapan sebanyak 300.000 ton merupakan angka tertinggi, rata-rata penyerapan harian sudah belasan ribu ton, semoga kami bisa terus menjaga momentum ini menjelang panen raya di akhir Maret hingga April nanti," kata Arwakhudin dalam keterangan di Jakarta, Jumat (14/3).

Bulog terus berupaya untuk memastikan bahwa pasokan pangan dalam negeri tetap stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat, terutama dalam menghadapi puncak panen raya yang diharapkan dapat membawa kesejahteraan bagi petani Indonesia.

Menurut Arwakhudin, Bulog berkomitmen untuk mendukung swasembada pangan melalui pembelian gabah dan beras dari petani dalam negeri.

Arwakhudin mengatakan tim Jemput Gabah Perum Bulog melakukan penyerapan dengan melibatkan banyak pihak dari stakeholders perusahaan, seperti Dinas Pertanian di tingkat Provinsi dan kota/kabupaten, TNI-Polri, kelompok tani, gapoktan dan penggilingan padi.

"Sinergi ini kami harapkan dapat mengoptimalkan penyerapan kami menjelang musim panen raya," ujarnya.

Perum Bulog gencar melakukan sosialisasi terhadap harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani. Pembelian gabah itu dengan harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, yakni Rp 6.500 per kilogram.

Menurut dia, harga tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan memberikan harga yang wajar untuk gabah kering panen.

"Sesuai dengan arahan Presiden bahwa harga yang ditetapkan pemerintah untuk pembelian Gabah Kering Panen di tingkat petani adalah sebesar Rp.6.500/kg. Harga ini adalah bentuk pemerintah hadir dalam upaya menyejahterakan petani dengan melakukan pembelian gabah dengan harga yang baik dan dapat menguntungkan para petani," jelas Arwakhudin.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengawas Perum BULOG sekaligus Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan bahwa surplus produksi beras diperkirakan akan mencapai 2,8 hingga 3,5 juta ton hingga April 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.