Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bukan Sekadar Hiburan, Industri Gim Punya Kekuatan Ekonomi

📅 Sabtu, 17 Mei 2025, 09:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Sekadar Hiburan, Industri Gim Punya Kekuatan Ekonomi Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Industri gim prospektif ke depannya. 

JAKARTA - Industri gim memiliki potensi besar, baik secara global maupun di Indonesia. Pasar gim global diperkirakan akan terus tumbuh, mencapai 503 miliar dollar AS pada 2028. 

Di Indonesia sendiri, industri gim memiliki nilai pasar yang besar, bahkan menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. Meskipun begitu, pertumbuhan industri gim lokal masih terhambat oleh dominasi gim asing, dan akses pendanaan yang sulit. 

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan industri gim memiliki potensi untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

"Tentu kita harus lihat kontribusi dari industri gim ini yang menurut kami ini salah satu industri yang bisa kita dorong untuk membantu negara mencapai ekonomi menuju pertumbuhan ke 8 persen," kata Meutya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/5).

Dia menekankan pentingnya pemerintah memahami kebutuhan pelaku industri gim guna merancang kebijakan yang tepat sasaran, melalui dialog langsung dengan pelaku industri.

Sebagai langkah penguatan industri gim dalam negeri, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah menyatakan akan meluncurkan program Innovation Hub di tiga kota besar yakni Jakarta, Medan, dan Surabaya.

Program tersebut bertujuan untuk mendukung pendirian studio baru dan pelatihan talenta. Selain itu, ajang Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) yang akan digelar pada 9–11 Oktober 2025 di Bali disiapkan sebagai puncak konsolidasi industri gim nasional.

“Sebenarnya kami ada program kerja sama, kami menyebutnya Innovation Hub, mendorong perusahaan-perusahaan baru untuk mengembangkan perusahaan gim dan juga pengembangan talenta," ungkap Edwin.

Sebaiknya Anda baca juga:

Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein mengungkapkan bahwa valuasi pasar gim global saat ini telah mencapai 187 miliar dolar AS atau dua kali lipat dari gabungan industri film dan musik.

Indonesia sendiri mencatatkan nilai pasar sebesar Rp30 triliun, tertinggi di Asia Tenggara dan peringkat ke-15 dunia. Namun, hanya 2,5 persen dari nilai pasar nasional dinikmati oleh pengembang lokal.

“Saat ini, pemasukan pengembangan gim lokal hanya sebesar Rp750 miliar per tahun atau setara hanya 2,5 persen dari pasar Indonesia sendiri. Berarti 97,5 persen memang larinya ke gim luar," ungkap Shafiq.

Selain itu, industri lokal juga terhambat untuk akses pendanaan awal agar dapat bersaing dengan produk asing di pasar sendiri.

Menurut Shafiq, salah satu momen penting yang dinantikan oleh para pelaku industri gim adalah IGDX yang akan diselenggarakan pada Oktober di Bali karena ajang internasional itu akan dihadiri pelaku besar industri gim dunia.

“IGDX ini sudah masuk ke peta jalan global. Bahkan Sony PlayStation untuk pertama kalinya akan hadir tahun ini di IGDX Bali. Steam juga hadir pertama kali datang ke Indonesia itu di acara IGDX juga. Tahun ini, temanya PlayStation,” kata Shafiq.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.