Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Natuna Imbau Warga Pulau Serasan Jauhi Wilayah Rawan Longsor

📅 Kamis, 18 Jan 2024, 17:08 WIB | Oleh:
BPBD Natuna Imbau Warga Pulau Serasan Jauhi Wilayah Rawan Longsor Doc: ANTARA/HO-BPBD Natuna
Ket. Salah satu titik longsor di Desa Pangkalan yang terjadi pada Sabtu (13/1).

NATUNA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau mengimbau warga di Pulau Serasanagar menjauhi daerah rawan longsor.Kepala Pelaksana BPBD Natuna Raja Darmika di Natuna, Kamis, mengatakan daerah rawan longsor di Pulau Serasan merupakan daerah yang pernah mengalami longsor kecil pada beberapa hari lalu, seperti di Desa Pangkalan dan Desa Arum Ayam."Jauhi tempat-tempat rawan seperti tebing," ucap dia.Kata dia, beberapa daerah di sana berpotensi mengalami longsor susulan, sebab kerap dilanda hujan."Intensitashujan sudah masuk kategori menuju tinggi, tadi pagi (di Pulau Serasan) hujan lebat," ujar dia.Ia menjelaskan, dengan warga mengurangi dan menjauhi daerah rawan akan meminimalkan risiko bencana."Saat ini masyarakat mulai mengerti, mereka saling mengingatkan satu sama lain terkait kondisi Pulau Serasan," kata dia.Ia menambahkan, saat ini beberapa sekolah memperbolehkan siswanya belajar secara daring guna meminimalkan risiko bencana."Malah beberapa kepala sekolah berinisiatif menganjurkan siswanya bersekolah di rumah, mereka khawatir dengan anak-anak yang lewat di daerah yang rawan," ujarnya dia.Meski demikian, masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada dengan selalu memantau kondisi lingkungan sekitar."Pemerintah setempat seperti kecamatan, desa dan pemangku kepentingan lainnya terus melakukan pemantauan," tutur dia.Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Kabupaten Natuna agar mewaspadai gelombang dengan ketinggian 4 meter yang berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara.Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas III Ranai di Kabupaten Natuna, Resa Agna F Denryanto saat dihubungi melalui sambungan telepon dari Natuna, Rabu (17/1) mengatakan kondisi tersebut diprediksi terjadi sampai 21 Januari 2024.Gelombang dengan ketinggian 1,25-2,5 meter juga berpeluang terjadi di beberapa perairan di Natuna seperti perairan barat, utara, dan selatan, serta perairan Kepulauan Subi-Serasan dan Kepulauan Natuna-Pulau Midai.Selain itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang juga berpeluang terjadi di beberapa wilayah di Natuna. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

41 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.