Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Kabupaten Madiun Antisipasi Karhutla di Kawasan Lereng Selingkar Wilis

📅 Kamis, 08 Agu 2024, 21:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Kabupaten Madiun Antisipasi Karhutla di Kawasan Lereng Selingkar Wilis Doc: ANTARA/Louis Rika
Ket. Petugas BPBD Kabupaten Madiun memantau kondisi titik panas yang dapat memicu karhutla di kawasan Selingkar Wilis melalui alat deteksi yang berada di Command Center BPBD setempat.

Madiun - BPBD Kabupaten Madiun, Jawa Timur mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Selingkar Wilis yang merupakan kawasan hutan seiring memasuki musim kemarau.

"Daerah Selingkar Wilis menjadi perhatian pemetaan kami akan potensi karhutla. Daerah tersebut merupakan kawasan hutan jati yang rawan terjadi karhutla saat musim kemarau," ujar Plt Sekretaris BPBD Kabupaten Madiun, Kukuh Yoso Kuncoro, di Madiun, Kamis.

Menurut dia, kawasan tersebut meliputi wilayah Kecamatan Saradan, Gemarang, Dagangan, Kare, Dolopo, dan Wungu.

"Sejauh ini belum ada laporan kejadian karhutla di daerah tersebut. Namun yang memiliki potensi besar adalah Kare, Saradan, Gemarang," katanya.

Guna mengantisipasi karhutla di wilayah Selingkar Wilis, pihaknya intensif melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan di tingkat desa dan kecamatan.

"Kami terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan, terutama di musim kemarau seperti saat ini. Misalnya melalui sosialisasi, kami berharap dapat mengurangi risiko dan mencegah kebakaran serta kerusakan lingkungan," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pihak BPBD, dan instansi lain seperti Perhutani dan kepolisian dalam menjaga kelestarian hutan.

Menurut dia, terdapat sejumlah faktor yang memicu terjadinya karhutla. Di antaranya faktor alam karena cuaca yang sangat panas ataupun karena kelalaian manusia.

Karena itu, jajarannya bekerja sama dengan Perhutani, Polhut, dan lembaga lain terus memberikan imbauan dan ajakan kepada masyarakat terkait langkah-langkah pencegahan karhutla.

Masyarakat diminta untuk tidak membakar lahan atau hutan, baik untuk membuka lahan pertanian maupun keperluan lainnya. Kemudian, pentingnya menjaga kebersihan hutan dengan tidak membuang sampah atau puntung rokok sembarangan, serta membakar sampah di area hutan yang dapat memicu kebakaran.

Selanjutnya, masyarakat diharapkan segera melaporkan jika menemukan titik api atau kegiatan yang berpotensi menyebabkan kebakaran kepada pihak berwenang.

BPBD juga menyiagakan para personelnyadan juga relawan yang ada di sekitar kawasan Selingkar Wilis untuk terus mengantisipasi potensi karhutla dan melakukan pemantauan melalui alat deteksi titik panas yang dapat memicu kebakaran hutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.