Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMKG: Ketinggian Gelombang di Perairan Sabang Tak Aman bagi Pelayaran

📅 Senin, 09 Jun 2025, 19:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Ketinggian Gelombang di Perairan Sabang Tak Aman bagi Pelayaran Doc: ANTARA 
Ket. Ilustrasi: Warga melintas di kawasan tanggul yang dihantam gelombang pasang di kawasan Gampong Jawa, Kec. Meuraxa Kota, Banda Aceh.

BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh menyatakan ketinggian gelombang di wilayah perairan Sabang-Banda Aceh yang saat ini mencapai 2,5 meter tidak aman bagi pelayaran.

"Gelombang di perairan Sabang-Banda Aceh sekitar 1,25 hingga 2,5 meter, dengan kecepatan angin 15 knot," kata Prakirawan BMKG SIM Banda Aceh, Khairul Akbar, di Banda Aceh, Senin (9/6).

Dia mengatakan dengan kondisi gelombang dan kecepatan angin di perairan tersebut, maka sangat tidak aman bagi pelayaran terutama kapal cepat. Sehingga ada yang sudah dibatalkan keberangkatan dari Banda Aceh menuju Sabang.

Kemudian, untuk kapal Ferry pada dasarnya juga kurang aman mengingat kecepatan angin bisa saja mencapai maksimal 30 knot. Meskipun hingga saat ini belum ada pembatalan keberangkatan.

"Untuk kapal Ferry juga sebenarnya tidak aman karena maksimal angin bisa 30 knot. Sampai saat ini kapal Ferry belum ada pembatalan. Tetapi, saran keselamatan untuk Ferry juga perlu diperhatikan," ujarnya.

Dia menyampaikan, kondisi gelombang yang berisiko terhadap keselamatan pelayaran di antaranya bagi perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 meter. Kemudian untuk kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan ketinggian gelombang mencapai 1,5 meter.

Lalu, kapal Ferry jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Dan, kapal besar apabila kecepatan angin mencapai 27 knot dengan tinggi gelombang mencapai 4 meter.

Ia menambahkan, kondisi cuaca periode Mei-September sangat fluktuatif, tergantung anomali cuaca pemicu angin dan hujan itu sendiri. Maka, kepada semua pihak dapat memperhatikan cuaca sebelum melaksanakan aktivitas.

"Sangat disarankan untuk memperhatikan kondisi sebelum melaut, walaupun memang perubahannya cepat," ujarnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

57 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.