Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BKKBN Intensif Lakukan Pencegahan Stunting di Maluku Tenggara

📅 Sabtu, 20 Jan 2024, 00:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
BKKBN Intensif Lakukan Pencegahan Stunting di Maluku Tenggara Doc: Antara/HO-BKKBN
Ket. Rapat kordinasi BKKBN Maluku dengan Pemerintah Maluku tenggara dan instansi terkait untuk percepatan penurunan stunting.

Ambon - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku mengintensifkan pencegahan stunting di Kabupaten Maluku Tenggara.

"Kami mengawali dengan rapat koordinasi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Maluku Tenggara bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana setempat," kata Kepala BKKBN Maluku Renta Rego dalam.keterangan yang diterima di Ambon, Jumat.

Ia mengatakan, bahwa dalam upaya percepatan penurunan stunting maka pendekatan melalui keluarga berisiko stunting dengan intervensi spesifik dan sensitif sangat penting dalam memberikan kontribusi terhadap percepatan penurunan stunting.

Selain itu, kata dia, strategi pencegahan stunting dari hulu denganscreening, edukasi kesehatan reproduksi dan gizi, serta pendampingan calon pengantin merupakan upaya preventif untuk memastikan calon pengantin berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil.

"Dengan pendekatan keluarga yang dipertajam dengan sasaran keluarga berisiko stunting dan pendampingan calon pengantin maka, diharapkan target 2024 prevalensi stunting menjadi 14 persen bisa terwujud," katanya.

Pasalnya, kata dia, diperlukan rencana aksi nasional dalam upaya penurunan stunting atau yang disebut dengan RAN PASTI yang meliputi penyediaan data keluarga berisiko stunting.

"Saya berharap untuk Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Maluku Tenggara yang terdiri dari OPD terkait pada pada lingkup Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara, terutama tokoh-tokoh agama yang ada agar dapat bekerja sama dan berkolaborasi dalam menekan dan menurunkan angka stunting di kabupaten ini melalui peningkatan pendampingan terhadap calon pengantin," ujarnya.

Ia juga mengimbau agar instansi dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat memperkuat semangat kemitraan dan komitmen, sehingga dapat menghasilkan inovasi yang memiliki dampak positif dalam masyarakat majemuk serta manfaatkan pengetahuan serta kemajuan teknologi informasi.

"Berikan kontribusi yang nyata dan seutuhnya kepada masyarakat dengan mengedepankan kepentingan mereka untuk mendapatkan hak hidup dan mewujudkan keluarga yang berkualitas," ucapnya.

Pada kesempatan itu juga, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku menyerahkan langsung petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan biaya operasional keluarga berencana (BOKB) kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara yang diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara dan berharap pelaksanaan kegiatan yang dibiayai oleh BOKB pada 2024 ini dapat maksimal dari sisi penyerapan dan pelaporannya.

Sementara itu, saat ini berdasarkan survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Maluku tenggara sendiri berada pada angka 16,98 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.