Biar Nggak Boncos di Saat Harga Minyak Mahal, UKM Mulai Beralih ke Kompor Listrik
📅 Sabtu, 28 Mar 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Di tengah harga energi yang kadang bikin dahi berkerut, para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) mulai menemukan “jalan tengah” yang lebih ramah di kantong.
Salah satunya lewat penggunaan kompor induksi, yang pelan-pelan jadi andalan baru di dapur—baik untuk usaha maupun kebutuhan rumah tangga.
Buat mereka, ini bukan sekadar soal gaya hidup modern. Kompor induksi terasa lebih praktis, cepat panas, dan yang paling penting: biaya operasionalnya bisa lebih terkontrol.
Nggak perlu lagi sering khawatir soal naik-turunnya harga bahan bakar, karena teknologi pemanas elektrik ini dinilai lebih efisien dan mudah digunakan.
Di situasi serba dinamis seperti sekarang, pilihan sederhana ini justru jadi solusi nyata. Bukan cuma membantu usaha tetap jalan, tapi juga memberi napas lega bagi keuangan rumah tangga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemilik usaha martabak di Jakarta, Andi Arif mengatakan investasi awal kompor listrik jauh lebih ekonomis karena selain harga gas yang fluktuatif, pengguna juga tidak lagi terbebani biaya pembelian tabung gas baru.
"Dari sisi operasional kenaikan tagihan listriknya hanya sekitar Rp30.000 per bulan,” ujar dia di Jakarta, Jumat (28/3), terkait wacana program kompor listrik bersubsidi yang akan diterapkan kembali oleh pemerintah.
Menurut perhitungannya, tambahan biaya listrik bulanan tersebut sangat kompetitif jika dibandingkan dengan pengeluaran rutin untuk pengisian tabung gas yang saat ini terus merangkak naik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Senada dengan itu pelaku UMKM katering rumahan, Siti Sarah (45), merasakan langsung dampak positif peralihan ke kompor listrik terhadap efisiensi usahanya.
Menurut dia, penggunaan kompor induksi membuat biaya produksi jauh lebih hemat sehingga keuntungan atau cuan yang didapat dari setiap pesanan menjadi lebih maksimal dibandingkan saat masih menggunakan LPG.
"Sejak pakai kompor listrik, pengeluaran untuk energi masak jadi lebih stabil dan murah, sisa uangnya bisa buat tambahan modal bahan baku. Masaknya juga lebih cepat dan bersih, saya jadi lebih produktif terima banyak pesanan tiap hari," ujar Siti.
Sementara itu Hevy Prasmawati, seorang ibu rumah tangga menambahkan keunggulan kompor listrik yang memiliki panas lebih stabil dan merata pada masakan.
Hasil masakan pun menjadi lebih presisi. Selain itu, Hevy juga mengapresiasi fitur pintar seperti mode otomatis untuk menggoreng hingga mengukus, yang memberikan kemudahan sekaligus rasa aman lebih bagi penghuni rumah.
Dia mengatakan penggunaan alat masak berbahan komposit yang dirancang khusus untuk induksi menjadi kunci utama untuk mendapatkan hasil maksimal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (1)
28 Mar 2026, 11:15 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!