Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bagaimana Dekarbonisasi Sektor Transportasi Bisa Jalan? Begini Kata Pelaku Industri

📅 Jumat, 14 Feb 2025, 21:17 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bagaimana Dekarbonisasi Sektor Transportasi Bisa Jalan? Begini Kata Pelaku Industri Doc: istimewa
Ket. Presiden Direktur PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto dalam acara Talkshow Multipathway, di Gambir Expo, Jakarta, Jumat (14/2)

JAKARTA-Pemerintah bersama seluruh masyarakat mengharapkan masa depan Indonesia yang lebih hijau. Salah satunya tentu berasal dari sektor transportasi, bagaimana penggunaan kendaraan ramah lingkungan meningkat dan meluas di masyarakat.

Presiden Direktur PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto menuturkan, harapan itu tak akan tercapai tanpa kolaborasi semua stakeholder terkait. 

"Semua ini tidak bisa kita capai tanpa kita bekerja sama, kolaborasi antara pemerintah dan industri, akademi sangat penting untuk mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan untuk generasi mendatang,"ungkapnya dalam Talkshow Multipathway, rangkaian Carbon Neutrality Mobility Event Gambir Expo di Jakarta, Jumat (14/2).

Untuk mendukung kolaborasi itu, Toyota paparnya mengembangkan konsep Multi-Pathway. Dalam pendekatan ini sangat penting, dimana perusahaannya memberikan berbagai opsi kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dari kendaraan elektrik, hybrid hingga kendaraan berbasis hidrogen serta sehingga orang bisa memilih yg sesuai referensi masing masing

Industri transportasi menyumbang 28 persen dari emisi karbon dan ini adalah tantangan besar. Untuk itu perlu mempercepat transisi menuju kendaraan ramah lingkungan dan memanfaatkan energi terbarukan yang lebih bersih seperti energi hidrogen. "Kita semua harus mulai dari sekarang. Kita bisa melakukan sesuatu untuk Indonesia tercinta,"ungkapnya lagi.

Diketahui, salah satu langkah dan strategi Toyota Indonesia dalam berkontribusi menekan emisi karbon adalah dengan menerapkan konsep Multi-Pathway. Dengan pendekatan Multi-Pathway, industri otomotif ini menyajikan beragam pilihan teknologi ramah lingkungan yang bisa diberikan oleh masyarakat Indonesia. Mulai hybrid EV (HEV), plug-in hybrid EV (PHEV), battery electric vehicle (BEV), dan fuell cell electric vehicle.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi yang menjadi pembicara utama dalam Talk Show Green Energy mengapresiasi Toyota karena menggelar Carbon Neutrality Mobility Event. 

Dia memaparkan, sektor transportasi memiliki beragam solusi untuk mengurangi emisi karbon. “Ini membuktikan bahwa sektor transportasi bisa menggunakan berbagai sumber energi, dari bahan bakar fosil rendah karbon, hybrid, biofuel seperti biodiesel dan etanol, hingga kendaraan listrik dan hidrogen,” ujar Eniya 

Sebaiknya Anda baca juga:

“Saya selalu bilang, there is no single solution for transportation, dan Toyota dengan konsep multi-pathway juga menekankan hal yang sama,” tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.